Dewan Komisaris PT Vale Indonesia

Struktur organisasi

Dewan Komisaris PT Vale Indonesia

Dewan Komisaris Perseroan bertanggung jawab mengawasi pengelolaan Perseroan oleh Direksi serta memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan GCG secara berkelanjutan. Dewan Komisaris juga bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada Direksi dalam menentukan strategi Perseroan, serta memberikan saran, nasihat, dan rekomendasi kepada Direksi terkait isu maupun permasalahan tertentu. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris bertindak secara independen.

Mark James Travers - Presiden Komisaris  

Presiden Komisaris

Mark James Travers

Sebelum bergabung dengan Vale Inco pada tahun 2001, Mark James Travers sempat menjabat sebagai Senior Associate di sebuah perusahaan besar di Toronto, Kanada yang bergerak di bidang Corporate & Securities Law. Beliau bergabung dengan Vale Inco di Toronto, Kanada pada bulan Juni 2001 sebagai Assistant General Counsel. Pada bulan Januari 2005 beliau menjabat sebagai Associate General Counsel dan pada bulan September 2007 diangkat sebagai Deputy General Counsel untuk Asia/Pasifik sebelum akhirnya diangkat untuk menjabat sebagai General Counsel Vale Inco pada bulan Juni 2008. Beliau memimpin tim global pada organisasi Vale Inco yang terdiri dari sejumlah pengacara yang berkedudukan di Kanada, Indonesia, Cina, Kaledonia Baru dan Amerika Serikat.

Pada bulan April 2009, di samping mengemban tanggung jawab sebagai General Counsel, beliau juga merangkap sebagai Head of Corporate Affairs untuk Vale Inco. Pada tahun 2012, beliau menjabat sebagai Executive Vice President untuk Legal sebelum diangkat sebagai Executive Vice President untuk Legal and Sustainability di tahun 2015, keduanya di Vale Base Metals.

Pada bulan Maret 2019, beliau menjabat sebagai Interim Chief Executive Officer di Vale Base Metals sebelum akhirnya diangkat sebagai Chief Executive Officer di Vale Base Metals pada bulan Mei 2020.

Setelah memperoleh gelar Bachelor of Laws dari York University’s Osgoode Hall Law school, Kanada di tahun 1993, Mark James Travers juga memperoleh gelar Bachelor of Arts (Honors) dan Master of Business Administration dari University of Western Ontario di Kanada.


Ogi Prastomiyono - Wakil Presiden Komisaris  

Wakil Presiden Komisaris

Ogi Prastomiyono

Ogi Prastomiyono memperoleh gelar sarjana Teknologi Industri Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984 dan Master of Business Administration dari University of Notre Dame, USA pada tahun 1994. Beliau bertindak selaku Direktur Layanan Strategis dari PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dari bulan April 2018 sampai sekarang. Beliau bergabung dengan Bank Ekspor Indonesia sebagai Loan Officer pada tahun 1986 dan menduduki posisi sebagai GM R&D Division ketika beliau meninggalkan perusahaan tersebut untuk bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999.

Beliau menduduki berbagai posisi yang berbeda di Bank Mandiri sebelum duduk di Direksi, yaitu Kepala Divisi Compliance, dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001, Deputy Chairman – IPO Working Team sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2003, Managing Director Bank Syariah Mandiri sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2005, Group Head Compliance sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2006, Group Head Internal Audit from 2006 to 2008.

Beliau diangkat sebagai Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2014, sebagai Direktur Risk Management & Compliance sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2015, sebagai Direktur Technology & Operations sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 dan sebagai Direktur Operations sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.

Beliau memiliki berbagai pengalaman organisasi dan beliau bertindak sebagai Pendiri dan Steering Committee RUMI (Rumah Mentor Indonesia) sejak awal tahun ini. Sebelumnya beliau menghabiskan 8 tahun sebagai Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Advokasi Ikatan Bankir Indonesia.


Luiz Fernando Landeiro - Komisaris  

Komisaris

Luiz Fernando Landeiro

Luiz Fernando Landeiro Jr. memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman dalam pengelolaan tim di perusahaan internasional, antara lain di Brasil, Malaysia, dan Kanada.

Landeiro memulai karirnya sebagai trainee di Coca Cola Porto Real pada tahun 1999 dan langsung dipromosikan sebagai manajer penjualan di tahun yang sama. Tanggung jawab utamanya sebagai manajer penjualan meliputi, antara lain, untuk pengembangan rencana pemasaran dan strategi penjualan, termasuk menyeleksi, mengelola, dan melatih pegawai melalui program pelatihan.

Perjalanannya dengan Vale dimulai pada pertengahan tahun 2001 di mana pada awalnya Landeiro bekerja sebagai railway operations engineer dan berhasil meniti karirnya hingga menjabat sebagai Carajas Railway Operations Director pada tahun 2009 dengan tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan beberapa proyek kereta api internasional. Selanjutnya, pada Agustus 2013, Landeiro menjabat sebagai Southeast Port Operations Executive Manager hingga Juni 2016 di mana Landeiro bertanggung jawab untuk mengelola proses operasi dan pemeliharaan di pelabuhan dan pusat distribusi lainnya, serta untuk mengelola lebih dari 4.000 orang di berbagai tempat di Brasil untuk meningkatkan produktivitas, keamanan, dan efisiensi biaya. Pengalaman internasionalnya juga semakin lengkap saat Landeiro ditugaskan sebagai Country Manager pada Juli 2016 untuk memimpin pengembangan bisnis dan operasi di Malaysia.

Dikarenakan pengalamannya yang luas dalam mengelola organisasi global dan kompleks, dan telah memegang jabatan kepemimpinan senior di Vale S.A. selama lebih dari 10 tahun, mulai dari Maret 2018 hingga sekarang, Landeiro dipercaya untuk menjabat sebagai Integrated Planning Director di Vale Base Metals di Kanada di mana Landeiro mengimplementasikan perencanaan bisnis terintegrasi di seluruh Operasional Base Metals.

Landeiro memegang gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universidade Federal do Rio de Janeiro pada tahun 2001. Landeiro juga mengikuti program pascasarjana bidang logistik di Universidade Federal do Espirito Santo pada tahun 2002 dan memperoleh gelar MBA dari Fundacao Dom Cabral, Nova Lima di Brasil pada tahun 2006. Landeiro juga mengikuti program pasca MBA lainnya di Kellogg School of Management, Evanston, di Illinois, Amerika Serikat pada tahun 2006. Selama periode 2010-2012, Landeiro juga mengambil program kepemimpinan di Amerika Serikat dan Swiss.


Cory McPhee - Komisaris  

Komisaris

Cory McPhee

Cory McPhee adalah Vice-President, Corporate Affairs, Commnications and Sustainability dari bidang usaha Metal Base Vale. Lahir dan mengenyam pendidikan di Sudbury, Ontaria, Kanada, McPhee bergabung pada Inco Limited terdahulu pada Public Affairs Department pada tahun 1989 dan terus bekerja untuk Perusahaan dengan memegang posisiposisi dengan tanggung jawab yang terus meningkat sejak Vale mengambilalih Inco pada bulan Oktober 2006.

Setelah menempuh pendidikan sains pada Laurentian University dan jurnalisme pada Cambrian College, beliau bekerja pada suatu perusahaan surat kabar harian sebagai reporter, penulis dan editor selama lima tahun. Beliau memulai karirnya di Inco sebagai Public Affairs Officer dan berkembang dengan memegang posisi-posisi dengan tanggung jawab yang terus meningkat. Cory pindah ke kantor perusahaan di Toronto sebagai Director of Corporate Affairs pada bulan Mei 2007. Beliau diangkat sebagai Vice-President of Corporate Affairs and Communication pada bulan Juli 2009 dan mendapat tanggung jawab tambahan atas Sustainability pada bulan September 2018. Cory adalah Co-Chair dari Brazil-Canada Chamber of Commerce dan juga merupakan Vice-Chair dari Mining Association of Canada.


Nobuhiro Matsumoto - Komisaris  

Komisaris

Nobuhiro Matsumoto

Nobuhiro Matsumoto menjabat sebagai General Manager of Non-Ferrous Metal Division di Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (“Sumitomo”) sejak Juni 2018. Pada posisi tersebut, beliau bertanggung jawab terhadap strategi dan operasi serta pengembangan usaha divisi Non-Ferrous Metals (Logam bukan besi).

Beliau telah menjabat berbagai macam posisi R&D, manajemen proyek dan operasi dalam bidang logam bukan besi, terutama nikel, selama karirnya di Sumitomo, serta pernah menjabat sebagai Plant Manager pada Coral Bay Nickel Corporation (Philippines), Plant Manager di Niihama Nickel Refinery kemudian sebagai General Manager of Business Administration Department, Non-Ferrous Metals Division sebelum akhirnya menjabat posisi saat ini.

Matsumoto memperoleh gelar ME di bidang Metalurgi dari Kyushu Institute of Technology, dan bergabung dengan Sumitomo pada tahun 1987.


Rizal Sukma - Komisaris  

Komisaris

Rizal Sukma

Rizal Sukma bertindak selaku Senior Research Fellow dari Centre for Strategic and International Studies (“CSIS”), Jakarta sejak awal tahun ini. Sebelumnya beliau merupakan Duta Besar Indonesia untuk United Kingdom, Irlandia dan International Maritime Organisation (IMO), London sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Beliau bergabung dengan CSIS pada tahun 1990 sebagai Researcher sebelum penunjukannya sebagai Director of Studies pada tahun 2007. Beliau kemudian menduduki posisi sebagai Executive Director pada tahun 2009 hingga tahun 2015.

Beliau telah menjadi dosen tamu pada Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri, Sekolah Staf Dinas Luar Negeri dan Sekolah Dinas Luar Negeri, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. Beliau juga merupakan dosen tamu pada Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut sejak tahun 1997 sampai dengan tahun 2002, dosen tamu pada Departemen Hubungan Internasional Department, Universitas Paramadina, Jakarta, Fulbright Visiting Scholar pada Columbia University, New York sejak bulan Maret sampai dengah bulan April 2007, Pacific Leadership fellow, University of California, San Diego, sejak bulan April sampai dengan bulan Mei 2012 dan dosen tamu pada Departemen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah, Malang sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2010.

Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1989, Master of Science di bidang Hubungan Internasional pada tahun 1993 dan Ph.D di bidang Hubungan Internasional pada tahun 1997, keduanya dari London School of Economics and Political Science (LSE), London, United Kingdom.

Beliau menerima Global Young Leaders, World Economic Forum (WEF) Award pada tahun 2003 dan Nakasone Award pada tahun 2005. Beliau juga menerima penghargaan sebagai One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine (US) pada tahun 2009.

Beliau telah menerbitkan 7 buku sejak tahun 1995 dan telah menulis untuk jurnal nasional dan internasional sejak tahun 1999. Beliau juga merupakan kontributor kolom opini di Jakarta Post, Majalah Tempo dan Harian Kompas.

Saat ini beliau adalah anggota Indonesian Committee, Council of Security Cooperation in Asia Pacific (CSCAP) sejak tahun 2000, anggota Indonesia’s Eminent and Expert Persons (EEP), the ASEAN Regional Forum sejak tahun 2003, Sekretaris Yayasan Syafii Maarif, Jakarta sejak tahun 2003 dan Anggota Dewan Penasihat the Indonesian Institute sejak tahun 2005.


Alexandre Silva D'Ambrosio - Komisaris  

Komisaris

Alexandre Silva D'Ambrosio

Alexandre Silva D’Ambrosio telah menjadi General Counsel Vale S.A. sejak bulan Maret 2018. Tanggung jawabnya mencakup Bagian Hukum, Pajak, Korporasi dan Kepatuhan seluruh dunia. Beliau juga merupakan Officer dari Vale International S.A. dan anggota Diresi Vale New Caledonia. Beliau merupakan mantan anggota pengganti pada Curator Council Fundação Renova.

Sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, beliau merupakan Executive Vice President Banco Santander (Brasil) S.A. Beliau juga merupakan anggota Direksi Santander Security Services Ltda (“S3”). Sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2016, beliau merupakan Corporate Legal Director dari grup Votorantim. Beliau juga merupakan anggota dewan Aracruz Celulose S.A. (berubah menjadi Fibria S.A.) sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2016.

Beliau berdomisili di Amerika Serikat sejak tahun 1985 sampai dengan tahun 1996 dan merupakan Associate dan Partner di firma-firma hukum besar di Washington, D.C. dan New York, di bidang perdagangan internasional, penggabungan dan pengambilalihan, pembiayaan proyek dan pembiayaan lintas negara.

Beliau memperoleh gelar sarjana (LLB) dari Universitas São Paulo law School pada tahun 1984, gelar LLM dari Harvard Law School pada tahun 1986 dan setara gelar Juris Doctor dari George National Law Center, Washington University pada tahun 1989.


Raden Sukhyar - Komisaris Independen  

Komisaris Independen

Raden Sukhyar

Dr. R. Sukhyar memperoleh gelar sarjana dibidang Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1990 beliau memperoleh gelar Doktor (Ph.D) dibidang Earth Science dari Monash University – Melbourne, Australia.

Pada tahun 1981, beliau bergabung dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mulai tahun 1998 sampai dengan 1999, beliau menjabat sebagai Direktur Vulkanologi, sebelum beliau ditugaskan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pada tahun 2005 beliau ditugaskan sebagai Asisten Menteri ESDM untuk Urusan Komunikasi dan Informasi. Pada tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Kepala Badan Geologi, ESDM. Kemudian beliau ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Saat ini beliau ditugaskan sebagai asisten Menteri Perindustrian untuk Urusan Logam, Gas Alam dan Sumber Daya alam.

Sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Timah Tbk dan sebagai Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Aneka Tambang Tbk.

Pada tahun 1991 beliau dianugerahi Piagam Penghargaan Lasut oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Pada tahun 2009 beliau dianugerahi Medali Jasa atas Wirakarya oleh Presiden Republik Indonesia. Pada tahun 2011 beliau dianugerahi Dharma Karya ESDM oleh Menteri ESDM. Pada tahun 2012 beliau memperoleh Bintang Jasa Utama oleh Presiden Republik Indonesia. Beliau juga menerima Geothermal Medal of Legacy dari Pendidikan Geotermal ITB.

Dr. R. Sukhyar bertanggung jawab atas pengambilan kebijakan strategis seperti ketua Perancangan Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang kemudian disahkan menjadi UU Pertambangan Mineral dan Batubara No.4/2009. Ketua Perancangan Undang-undang Panas Bumi yang kemudian menjadi Undang-undang Panas Bumi No. 27 Tahun 2003 dan ketua Kelompok Kerja untuk Kebijakan Penambahan Nilai Mineral. Saat ini beliau adalah anggota Kelompok Kerja ESDM, Komite Nasional untuk Ekonomi dan Industri (KEIN).

Di awal tahun 2020, Dr. R Sukhyar ditunjuk sebagai konsultan Bank Dunia untuk Energi, Sumber Daya Alam dan Perindustrian dan beliau juga menduduki posisi sebagai Ketua dari Indonesian Smelters and Mineral Processing Association. Beliau berperan sebagai penasehat Menteri Perindustrian untuk Industri berbasis Sumber Daya Alam pada sejak tahun 2019 hingga tahun 2019 dan pernah menjabat sebagai penasihat dari beberapa organisasi professional dan pendidikan seperti Asosiasi Panas bumi Indonesia (API), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Pendidikan Magister Panasbumi ITB. Beliau memimpin Steering Committee dari Cooperating Committee untuk Geoscience Programs di Asia Timur dan Asia Tenggara (CCOP) sejak tahun 2010 – 2013, dan saat ini sebagai Honorary Advisor dari organisasi tersebut. Beliau juga merupakan penasihat dari Kantor Dinas Propinsi Asosiasi Pertambangan dan Energi.


Rudiantara - Komisaris Independen  

Komisaris Independen

Rudiantara

Rudiantara, BSc., MBA memperoleh gelar Sarjana Statistik dari Universitas Padjajaran dan gelar Master of Business Administration dari PPM School of Management.

Rudiantara telah menjabat di berbagai perusahaan besar di Indonesia. Pada tahun 1995, beliau diangkat sebagai Direktur Penjualan Telkomsel sebelum beliau bergabung dengan PT Excelcomindo Tbk yang didirikan pada tahun 1996 dan membawa perusahaan tersebut menjadi Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kemudian beliau diangkat sebagai Deputy CEO Semen Gresik Indonesia, perusahaan terbuka dengan bidang usaha semen yang terbesar di ASEAN sebelum menjabat sebagai Deputy CEO PT PLN (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang begerak di bidang pembangkit listrik, tranmisi dan distribusi.

Beliau ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi untuk periode 2014 – 2019 dan berhasil mengembalikan peran regulator sebagai fasilitator dan akselerator, terutama dalam hal teknologi perusahaan rintisan dan sistem pengembangan unicorn, serta menstrukturisasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Public Private Partnership) untuk jaringan tulang punggung (backbone) pitalebar (broadband) nasional dan proyek-proyek Hight Throughput Satellite dengan nilai pembayaran ketersediaan lebih dari US$ 4 milliar.

Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT Telkom Tbk sejak tahun 2010 hingga tahun 2012, Komisaris Independen dan anggota Komite Tata Kelola dan Remunerasi PT Indosat Ooredoo Tbk sejak tahun 2012 hingga tahun 2014 dan di periode yang sama beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Raja Tbk, serta CEO BATR dan Presiden Komisaris Rajawali Asia Resources. Beliau telah menjabat sebagai Presiden Komisairs GMM, sebuah perusahaan infrastrukture dan aplikasi digital serta media sejak tahun 2019; CEO Gtech Indonesia, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – divisi FMCC di Indonesia sejak awal tahun 2020; dan Managing Director Gtech Asia Pacific Pte, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – sektor FMCC di Asia sejak awal tahun 2020.

Rudiantara menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Wali Amanat pada Universitas Padjajaran, anggota Dewan Pembina Yayasan Warisan Nilai Luhur Indonesia serta Ketua Yayasan Next Indonesia Unicorn.


Dwia Aries Tina Pulubuhu - Komisaris Independen  

Komisaris Independen

Dwia Aries Tina Pulubuhu

Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan profesor Sosiologi dengan spesialisasi di penyelesaian konflik. Beliau memiliki pengetahuan dan riset yang luas mengenai penyelesaian konflik dan pengembangan masyarakat. Beliau ditunjuk sebagai Rektor Universitas Hasanuddin pada tanggal 28 April 2014 sampai sekarang dan masih aktif pada posisinya sebagai Dosen dan Profesor Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Hasanuddin sejak tahun 1989.

Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Sosiologi dari Universitas Airlangga, Indonesia pada tahun 1985, Master of Art di bidang Sosiologi dari Ataneo de Manila University of Philippines pada tahun 1995 dan Doktor di bidang Sociology dari Universitas Hasanuddin pada tahun 2015.

Beliau bertindak sebagai Ketua Penasihat Forum Rektor Indonesia sejak tahun 2019, Anggota Dewan Australia Indonesia Center sejak tahun 2015 dan Presiden dari Indonesian Sociology Association sejak tahun 2013.


Updated: Oktober 2020