Konsultasi Publik PT Vale, Bupati Morowali: Kami Mau Sungai di Morowali Sejernih Danau Matano

Tentang Vale

8/4/2022

Konsultasi Publik PT Vale, Bupati Morowali: Kami Mau Sungai di Morowali Sejernih Danau Matano

Bupati Morowali, Taslim memuji praktik pertambangan yang dijalankan oleh PT Vale Indonesia di luar area pemerintahannya, yakni di Sorowako, Sulawesi Selatan. Taslim ingin, 54 tahun operasi pro-lingkungan yang dijalankan PT Vale tersebut juga diterapkan di daerah Morowali, Sulawesi Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Taslim pada Konsultasi Publik dan Studi AMDAL untuk rencana operasi produksi bijih nikel PT Vale Indonesia di Blok 2 dan Blok 3 Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Konsultasi publik berlangsung Jumat (29/7/2022).

Acara ini juga dihadiri perwakilan Direktorat Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kementerian LHK, serta Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah. Sementara itu PT Vale di antaranya diwakili oleh Senior Manager Permit Budi Kumara.

"Mudah-mudahan, kehadiran Vale menjadi madrasah atau role model bagi kita semua. Khususnya untuk perusahaan tambang di Morowali. Kami ingin sungai-sungai di sini sejernih Danau Matano,” tegas Taslim.


Taslim juga berharap, PT Vale dapat secepatnya mendapat izin AMDAL dari kementerian terkait, sehingga dapat segera beroperasi di daerahnya.

“Vale tidak bisa jalan tanpa dukungan kita semua. Maka semua elemen harus terlibat dan mendukung. Konsultasi Publik hari ini juga dapat menyempurnakan proses pembangunan lingkungan yang sustainable di Morowali,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian ESDM, Himawan, berharap, hadirnya PT Vale juga dapat membawa pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Morowali. Membuka lapangan kerja, dan menyerap tenaga kerja lokal, terutama bagi warga lingkar tambang.

“Pemerintah berharap proyek ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakan dan dapat memfasilitasi tenaga kerja lokal, agar dapat bekerja di PT Vale Indonesia,” ujar Himawan.

Di tengah Konsultasi Publik ini, PT Vale mengungkapkan komitmen untuk pengelolaan dampak lingkungan dan mengimplementasikan Good Mining Practices (GMP) sesuai Permen ESDM No. 26 tahun 2018.

“Yang kami lakukan di Sorowako, di antaranya, menjaga air limpasan pascatambang. Tepian Danau Matano sesungguhnya sensitif, namun kami masih mampu menjaga kejernihannya hingga sekarang,” ungkap Budi.

Budi juga menjelaskan standar yang ketat untuk memonitor kualitas air Danau Matano, yakni dengan pemeriksaan sampel setiap empat jam sekali, untuk memastikan kadar TSS dan chromium Danau Matano maupun Danau Mahalona tetap sesuai baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

PT Vale merupakan satu-satunya perusahaan tambang yang beberapa kali mendapat penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di antaranya, pada 2019 dan 2021. Dari sisi tata kelola, PT Vale juga baru saja mendapat penghargaan IICD Governance Awards sebagai salah satu emiten terdaftar di BEI dengan tata kelola yang baik.

​​​

Konsultasi Publik PT Vale, Bupati Morowali: Kami Mau Sungai di Morowali Sejernih Danau Matano