Tentang Vale

13/07/2017

Dua kali gempa di Lutim, PT Vale lakukan inspeksi bendungan

Ruang kontrol dam Larona.
Ruang kontrol dam Larona.

Sepanjang Mei dan Juni 2017, Sorowako dan Luwu Timur sekitarnya terdampak goncangan Gempa yang pusat di Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam catatan BMKG, gempa tersebut terjadi pada 24 Mei 2017, sekitar pukul 4 sore, pusat gempa berada di tenggara Morowali, Sulawesi Tenggara berkekuatan 5,7 SR dan 17 Juni 2017, sekitar pukul 10 malam, pusat gempa berada di Morowali, berkekuatan 5,1 SR.

Pasca terjadinya gempa, PT Vale melakukan serangkaian aktivitas memonitor kondisi bendungan, yang merupakan salah satu operasi standar. Menurut Manager Operation of Hydro Plant Yusri Yunus, aktivitas monitoring mencakup inspeksi visual dan pengambilan data.

"Inspeksi visual dimaksudkan untuk mendapat gambaran kondisi alat dan area kritikal yang memengaruhi kerja operator," terang Yusri. Misalnya data kebocoran head pond, kondisi fisik tubuh bendungan, bangunan power house, dan penstock. "Sedangkan pengambilan data dilakukan oleh operator surveillance dari alat ukur bendungan dan fasilitasnya. Kemudian team maintenance juga melakukan pengambilan data dari alat ukur gempa untuk diolah dan dianalisa oleh civil engineer, sebelum diserahkan kepada Balai Keamanan Bendungan," papar Yusri lebih lanjut.

Dibangun dengan mempertimbangkan seismitas

Ketiga bendungan PT Vale dibangun sesuai desain kegempaan (seismic design) yang mengacu pada MCE atau Maximum Credible Earthquake. MCE merupakan kondisi gempa maksimum yang mungkin terjadi di suatu wilayah dengan mempertimbangkan seismisitas (misalnya patahan ataupun tektonik) dari wilayah tersebut dan disesuaikan dengan target risiko.

Spesifikasi MCE tiga bendungan PT Vale adalah: 0,2g (Larona), 0,6g (Balambano) dan 0,4g (Karebbe). Dasar pertimbangan penentuan MCE masing-masing bendungan tersebut adalah jarak bendungan dari patahan (Sesar Matano). Sebagai ilustrasi, gempa terbesar yang pernah terjadi di daerah Sorowako adalah gempa dengan magnitude 6,1SR pada 15 Februari 2011 dan 5,8SR pada April 2012. Kekuatan gempa tersebut masing-masing sepadan dengan 0,09g dan sekitar 0,02-0,06g dengan asumsi apabila pusat gempa terletak langsung di bendungan yang dimaksud.

Dari hasil inpeksi disimpulkan bahwa tiga bendungan PT Vale dalam kondisi prima dan tidak terdampak oleh dua kali gempa pada akhir Mei dan pertengahan Juni lalu itu.



Telusuri lebih lanjut

​​

Dua kali gempa di Lutim, PT Vale lakukan inspeksi bendungan