Dorong Peningkatan EBT, PT Vale Gelar Simposium Keberlanjutan

Tentang Vale

13/01/2020

Dorong Peningkatan EBT, PT Vale Gelar Simposium Keberlanjutan

Febriany Eddy mengatakan besarnya peran swasta dalam meningkatkan bauran EBT dan mendorong kemandirian energi.
Deputi CEO PT Vale Febriany Eddy mengatakan besarnya peran swasta dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan dan mendorong kemandirian energi.

Berlangsung di Ball Room Hotel Four Point, Makassar, PT Vale menggelar Simposium Keberlanjutan Nasional untuk kedua kalinya. Penyelenggaraan kali ini mengangkat tema “Energi Terbarukan untuk Masa Depan” yang menghadirkan para pakar di bidang energi baru terbarukan (EBT) seperti Kasubdit Penyiapan Program Aneka Energi Baru dan Terbarukan, Kementerian ESDM Tony Susandy, ST, MBA dan Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, ST, MEng. Sementara dari PT Vale diwakili Deputi CEO PT Vale Febriany Eddy dan Director Engineering, Maintenance & Utilities PT Vale Abu Ashar. Acara dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam hal peningkatan pemanfaatan EBT di masa depan.

Tony Susandy, menyampaikan materi bahwa porsi EBT di Indonesia hingga 2018 baru 8,55% dengan target di 2025 sebesar 23%. Rencana Pemerintah ke depan hingga 2025 meningkatkan porsinya terutama berbasis hydro, mini hydro, dan panas Bumi karena potensinya melimpah dan sudah ada kontrak pengembangannya. Komitmen Indonesia menghadapi perubahan iklim, salah satunya melalui Program Quick Win 2020 yang memuat poin prioritas pasokan energi listrik bagi proyek smelter yang menggunakan EBT.

Sementara Abdul Malik menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi PLTA terbesar ke-8 dunia, namun menempati peringkat ke-33 dalam jumlah kapasitas terpasang PLTA. Indonesia memiliki potensi EBT sebesar 419,3 Gigawatt sementara kapasitas terpasang baru 10,2 GW. Dengan potensi sumber daya air yang dimiliki negara kita, PLTA merupakan pembangkit EBT terbesar (52%) dan masih bisa terus dikembangkan.

Febriany Eddy mengatakan besarnya peran swasta dalam meningkatkan bauran EBT dan mendorong kemandirian energi. Nikel punya peran krusial dalam transisi menuju low carbon economy, apalagi dengan booming mobil listrik di tahun-tahun mendatang. PT Vale terus mencari potensi dan mengembangkan inisiatif pemanfaatan EBT di masa depan. “Kami sudah melakukan studi dan punya rencana mencari sumber energi baru yang terbarukan, seperti heat recovery, small hydro, angin dan tenaga matahari. PT Vale juga sudah melakukan power shifting dan konservasi energi,” kata Abu Ashar.

Simposium juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah pemenang Vale Journalistic Writing and Photography Contest 2019 yang mengusung tema “Pertambangan Berkelanjutan dan Kontribusi Pada Peradaban”. Kontes ini merupakan apresiasi PT Vale kepada karya jurnalis tulis dan foto yang memiliki fokus pemberitaan pada dunia pertambangan.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Deputy CEO PT Vale beserta Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dan Direktur Galeri Foto Jurnalistik ANTARA Oscar Motuloh selaku Dewan Juri yang turut hadir pada acara tersebut. Acara dihadiri lebih dari 200 tamu undangan dari kalangan Pemerintah Pusat dan Provinsi, DPRD Sulsel, DPRD Kota Makassar, LSM, serta akademisi. [ ]



Dorong Peningkatan EBT, PT Vale Gelar Simposium Keberlanjutan