Pengelolaan dan pengolahan limbah

Nikel bagi kehidupan

Pengelolaan dan pengolahan limbah

Dari hasil pemantauan operasi diketahui bahwa kinerja LGS dalam mengolah limbah lebih efektif dibandingkan pengolahan dengan metode kolam pengendapan konvensional (settling pond).

Limbah cair (effluent) yang dihasilkan dari kegiatan operasi penambangan dan pengolahan bijih nikel dikelola untuk menekan total padatan tersuspensi (TSS) dan pencemaran logam Kromium (Cr6+). PT Vale berkomitmen mengolah limbah cair hingga memenuhi baku mutu sebelum dialirkan kembali ke badan air.

Sejak tahun 2013 PT Vale telah menerapkan program “Effluent Project”, untuk mengolah limbah cair secara terintegrasi dengan mengoperasikan Pakalangkai Waste Water Treatment (WWT). Unit Pakalangkai WWT dibangun dengan investasi AS$1,9 juta dan terintegrasi dengan 85 kolam pengendapan limbah cair berkapasitas total 15,4 juta meter kubik.

Pada tahun 2016, kami membangun fasilitas Lamella Gravity Settler (LGS) dengan investasi sebesar AS$3,2 juta. Fasilitas LGS terintegrasi dengan 17 kolam pengendapan berkapasitas 16 juta meter kubik. Pembangunan fasilitas ini merupakan bentuk kepatuhan atas pemberlakuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 9 Tahun 2006 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Bijih Nikel. Proses pembangunan fasilitas LGS pertama untuk industri pertambangan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Living with Lakes

Danau MatanoDanau Matano

Keberadaan Pakalangkai WWT dan LGS telah mampu mengolah limbah cair sehingga aman saat dialirkan kembali ke badan air. Fasilitas LGS meminimalisasi kandungan Kromium Valensi 6 (Cr6+), Chromium Total (Cr Total) dan TSS (Total Suspended Solid) serta kandungan lainnya pada air limbah dari area penambangan PT Vale hingga ke tingkat di bawah baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Hasil pengukuran kadar TSS dan Cr6+ di Danau Matano dan Danau Mahalona selalu berada jauh di bawah baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah (TSS 200 ppm, Cr6+ 0,1 ppm). Badan air danau terlihat jernih meskipun PT Vale telah beroperasi selama lima dekade di Sorowako.