Reklamasi dan rencana pascatambang

Nikel bagi kehidupan

Reklamasi dan rencana pascatambang

 

PT Vale berkomitmen melaksanakan reklamasi yang merupakan bagian dari Rencana Pascatambang (RPT) sesuai Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi dan Pascatambang.

Kesungguhan PT Vale melaksanakan rehabilitasi lahan sudah dimulai sejak pembukaan lahan. PT Vale menerapkan kebijakan menjaga total luasan lahan tambang terbuka di bawah 1.450 ha. Rehabilitasi lahan pascatambang dilakukan dengan sistem penimbunan atau backfilling, menggunakan lapisan tanah pucuk dan lapisan tanah lainnya dari proses pengupasan lahan.

Tahapan rehabilitasi lahan pascatambang meliputi penataan atau pembentukan muka lahan dengan standar lereng lahan rehabilitasi, pengembalian lapisan tanah pucuk dan lapisan tanah lainnya, pengendalian erosi, pembangunan drainase, pembangunan jalan untuk proses revegetasi, penghijauan, pemeliharaan tanaman, dan pemantauan keberhasilan.

Pada tahun 2017 luasan lahan yang direhabilitasi adalah 53 ha. Dengan demikian, sampai dengan akhir tahun 2017, luasan lahan direhabilitasi telah mencapai 4.154 ha.

Nursery dan biodiversitas

Nursery PT Vale Indonesia Tbk
Selain sebagai pendukung rehabilitasi, nursery kami juga menjadi sarana pariwisata bagi masyarakat.

Untuk mendukung kegiatan rehabilitasi lahan purnatambang, PT Vale mendirikan kebun bibit modern (nursery) seluas 2,5 hektar yang telah beroperasi sejak April 2006.

Nursery memproduksi rata-rata 700.000 bibit dan merehabilitasi lebih 100 hektar lahan pascatambang per tahun.

Nursery PT Vale juga memproduksi berbagai jenis tanaman asli setempat (native species) dan tanaman endemik yang merupakan bagian dari konservasi keanekaragaman hayati. Tanaman lokal antara lain betao, bitti, nyatoh, dan manggis hutan. Sementara tanaman endemik contohnya eboni dan buah dengen. Bibit tanaman lokal diperoleh dari area tambang yang dibuka atau hasil kerja sama dengan masyarakat setempat.

Pemantauan hasil rehabilitasi
Benih-benih tanaman lokal yang dikumpulkan pada area yang akan ditambang dibawa ke nursery untuk dikembangkan.

Sebelum kegiatan penambangan dilakukan, PT Vale memastikan tidak ada spesies fauna maupun flora dilindungi yang ditemukan di lokasi penambangan.

Dalam upaya konservasi biodiversitas, PT Vale telah memiliki rencana pascatambang dan manajemen kaenekaragaman hayati untuk 100% wilayah operasi penambangan di blok Sorowako yang merujuk pada Peraturan Menteri ESDM No 7 Tahun 2014 tentang Reklamasi dan Pascatambang.

Kami berkolaborasi dengan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dalam menyusun Dokumen Panduan Pengelolaan Biodiversiti Berkelanjutan. Dokumen yang dirilis pada 2017 itu menjadi dokumen pertama di bisnis tambang Indonesia untuk kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati.