Galeri UKM, Cikal-Bakal Kebangkitan UKM Luwu Timur

Tentang Vale

04/12/2017

Galeri UKM, Cikal-Bakal Kebangkitan UKM Luwu Timur

<img src="/indonesia/BH/img/11818-2.jpg">Dukungan PT Vale dan sinergi tiga pilar (Pemkab, Perusahaan, dan masyarakat) dalam memajukan UKM di Luwu Timur juga diwujudkan dengan pembangunan Galeri UKM di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan ...

Selain menjadi etalase produk, Galeri UKM juga berfungsi sebagai klinik konsultasi seputar bisnis rumahan.

Peletakan batu pertama pembangunan Galeri UKM di BP3K-Model oleh Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.
Peletakan batu pertama yang menandai pembangunan Galeri UKM di BP3K-Model. Selain mewujudkan One Village One Product (OVOP), Galeri ini juga menunjang visi Kota Wisata yang dicanangkan di Kecamatan Nuha.

Kreativitas, gairah dalam berbisnis, serta pengetahuan seputar usaha merupakan faktor penting dalam merintis Usaha Kecil Menengah (UKM).Ditambah potensi alam Luwu Timur yang menjanjikan, bisnis skala rumah tangga sangat mungkin dikembangkan dan menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah. UKM akan menyerap angkatan kerja yang tidak terserap oleh industry skala besar dan telah terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh.

Luwu Timur bercita-cita mencetak satu produk unggulan di tiap desa alias One Village One Product (OVOP). PT Vale melalui Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) mendukung perwujudan OVOP di Kabupaten Luwu Timur, khususnya di empat kecamatan terdampak operasi Perusahaan, karena selaras dengan misi PTPM yaitu mewujudkan kemandirian berkelanjutan. Sepanjang 2016-2017, PT Vale bersama Pemkab Lutim telah melakukan berbagai upaya demi mendorong tumbuh-kembang produk unggulan, seperti mengadakan Workshop Pengembangan UKM Olahan Komoditi, pelatihan perencanaan bisnis, serta melakukan assessment dan pendataan terpadu terhadap pelaku UKM.

Dukungan PT Vale dan sinergi tiga pilar (Pemkab, Perusahaan, dan masyarakat) dalam memajukan UKM di Luwu Timur juga diwujudkan dengan pembangunan Galeri UKM di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Model, Kecamatan Nuha. Peletakan batu pertama dilakukan pada 12 September 2017 dihadiri oleh Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Senior Manajer Program Pengembangan Sosial PT Vale Busman Dahlan Shirat, Kapolsek Nuha Kompol Samurai Anata, Ketua Forum Lintas Pelaku (FLP) Kecamatan Nuha Pdt. Jon Daud, dan para pelaku UKM di empat wilayah terdampak operasi PT Vale.

Menopang Visi Kota Wisata

Memiliki alam yang cantik dengan Danau Matano sebagai ikon, Pemkab Luwu Timur memproyeksikan Sorowako sebagai Kota Wisata. Sejumlah infrastruktur sebagai penunjang predikat Kota Wisata akan dirancang dan dibangun di Kecamatan Nuha. Galeri UKM menjadi salah satu penopang visi tersebut.

“UKM kita yang ada saat ini bisa dibilang stagnan. Pembangunan Galeri UKM ini diharapkan menjadi cikal-bakal kebangkitan UKM di Luwu Timur, khususnya di Kecamatan Nuha. Gagasan ini sejalan dengan rencana pengembangan Sorowako sebagai Kota Wisata. Bicara Kota Wisata, identik dengan pusat oleh-oleh. Di Galeri UKM inilah nantinya oleh-oleh khas Sorowako bisa dibawa pulang oleh wisatawan,” kata Irwan dalam pidato sambutannya.

Sementara Busman mengapresiasi kemitraan yang sudah berjalan antara Pemerintah Daerah, Perusahaan, dan masyarakat. Galeri UKM yang kelak berfungsi sebagai etalase produk dan klinik konsultasi bagi pelaku UKM itu berdiri atas pendanaan dari PT Vale PTPM dan Pemerintah Kabupaten. Pembangunan gedung didanai oleh PTPM Kemitraan Strategis senilai Rp500 juta, pengadaan mobiler senilai Rp56.930.000 dialokasikan dari Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) Kecamatan Nuha, sementara Pemkab mendanai pengadaan payung tenda lengkap dengan meja dan kursi.

Menurut rencana, Galeri UKM mulai dimanfaatkan oleh pegiat Usaha Kecil dan Menengah pada Desember 2017. Pelaku UKM bisa memasarkan produknya di Galeri. Para pebisnis rumahan juga bisa berkonsultasi seputar produk mereka. Pendampingan dilakukan oleh Asosiasi UKM Mutiara Timur yang telah memiliki cabang di Luwu Timur. Galeri UKM di Kecamatan Nuha akan menjadi proyek percontohan dan diharapkan bisa direplikasi di seluruh kecamatan di Luwu Timur.

Seremoni peletakan batu pertama diikuti dengan kegiatan Rapat Koordinasi Pelaku UKM yang diadakan di Rumah Kemitraan BP3K Model-Kecamatan Nuha. Dalam Rakor, para pelaku UKM menyampaikan harapan mereka kepada Pemkab. Wakil Bupati, yang “dinobatkan” sebagai Bapak UKM Luwu Timur, menyebutkan bahwa dukungan kepada pelaku UKM akan terus dilakukan oleh Pemkab, antara lain rencana pemberian modal usaha yang bisa berbentuk barang produksi maupun bantuan operasional. Pendistribusian modal usaha akan merujuk pada hasil assessment yang dilakukan Asosiasi UKM Mutiara Timur.[]



Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 33 pada link berikut.

Baca juga


Galeri UKM, Cikal-Bakal Kebangkitan UKM Luwu Timur