Membangun Fasilitas Belajar untuk Anak Usia Dini

Tentang Vale

27/04/2016

Membangun Fasilitas Belajar untuk Anak Usia Dini

Dana PMDM sektor pendidikan dimanfaatkan masyarakat desa untuk merealisasikan pembangunan dan pengembangan gedung PAUD.

TK Islam Terpadu Budi Utomo, Kecamatan Nuha, mendapat bantuan PMDM sektor pendidikan berupa bangunan semi-permanen untuk area bermain dalam ruang, WC, dan alat permainan.
TK Islam Terpadu Budi Utomo, Kecamatan Nuha, mendapat bantuan PMDM sektor pendidikan berupa bangunan semi-permanen untuk area bermain dalam ruang, WC, dan alat permainan.

Suatu pagi di bulan Agustus, puluhan siswa-siswi TK Islam Terpadu Budi Utomo menghabiskan waktu untuk bermain di teras kelas bangunan baru semi-permanen. Keceriaan tampak di wajah mereka ketika Verbeek datang berkunjung. Tidak sedikit yang menyodorkan wajah ke arah kamera, meminta untuk difoto dengan gaya dua jari membentuk huruf V. Dua guru dan kepala sekolah dengan sabar menemani mereka bermain sambil sesekali membetulkan jilbab para siswi yang terlepas karena ditarik oleh teman-temannya.

Kebanyakan yang bersekolah di TK di Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, berasal dari keluarga tidak mampu. Orangtua mereka umumnya bekerja sebagai tukang ojek dan buruh cuci dengan penghasilan per bulan tidak menentu. Dengan kondisi itu, TK Budi Utomo menjadi sasaran untuk menerima manfaat Program Mitra Desa Mandiri (PMDM), karena program ini memprioritaskan bantuan bagi kelompok miskin dan rentan.

Tahun ini, TK Islam Terpadu Budi Utomo mendapatkan bantuan berupa bangunan semi-permanen, WC, dan aneka alat permainan dalam dan luar ruang. Ruangan baru berukuran 7 x 10 meter itu untuk sementara dijadikan tempat bermain bagi 21 siswa TK A dan TK B. “Tahun depan, insya Allah kami akan membuka kelas playgroup, karena di Desa Nikkel kekurangan playgroup. Ruangan baru inilah yang nantinya akan kami jadikan ruang kelas playgroup,” kata Kepala Sekolah Jumriani. Sejak TK Budi Utomo berdiri 15 tahun lalu, belum pernah dilakukan penambahan atau renovasi fasilitas belajar, sehingga bantuan PMDM mendapat apresiasi dari staf pengajar.

Selain bantuan infrastruktur dan sarana penunjang, musyawarah desa menyepakati subsidi uang pangkal bagi anak-anak kurang mampu yang pendanaannya dialokasikan dari PMDM. “Kami sudah mengalokasikan sebagian dana PMDM bidang pendidikan supaya siswa kurang mampu bisa dibebaskan dari pembayaran uang seragam dan alat tulis. Soal kriteria keluarga tidak mampu, kami akan koordinasi dengan pemerintah desa,” kata Mashur Malaki, Ketua Komite Desa Nikkel.

Gedung baru

Masih di Kecamatan Nuha, TK Robbani di Desa Sorowako juga mendapat bantuan dana dari PMDM untuk pembangunan gedung sekolah. Sejak berdiri 2009, TK Robbani belum memiliki fasilitas belajar. Mereka berpindah dari rumah ke rumah, meminjam bangunan yang tidak terpakai, dan saat ini memanfaatkan area Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid Nurul Afiat.

Guru-guru harus bekerja keras menjaga 27 siswa agar tidak berlarian ke luar kelas, karena ruang belajar berada di lantai tiga. “Soal safety yang paling menyulitkan kami. Banyak orangtua sebenarnya ingin menyekolahkan anaknya di sini, karena mereka suka dengan konsep TK Islam Terpadu, tapi ragu-ragu karena kelasnya di lantai tiga,” kata Fitriyani Harwin, kepala sekolah sekaligus pendiri TK Rabbani. PAUD yang berada di Jl. Andi Jemma itu menggabungkan kurikulum TK dengan pembelajaran agama Islam dan memberi penekanan pada hafalan Al-Qur’an.

Dana PMDM sektor pendidikan di Desa Sorowako salah satunya dimanfaatkan untuk membangun prasarana belajar TK Robbani di area Lapangan Karebosi, bersebelahan dengan Posyandu Melati. Saat ini, pembangunan TK baru mencapai tahap pembuatan pondasi dan sebagian pagar. Di tahun anggaran berikutnya, pembangunan dinding dan atap sekolah akan dirampungkan. 

“Kalau sudah punya gedung sendiri, kami tidak khawatir lagi soal keselamatan anak. Dan tentunya hal itu memudahkan kami untuk mengurus izin operasional ke Dinas Pendidikan, karena salah satu syaratnya adalah memiliki gedung sekolah,” kata Fitriyani.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kalosi, Kecamatan Towuti. Desa hasil pemekaran wilayah Mahalona itu belum memiliki fasilitas PAUD. Anak-anak usia TK belajar di bangunan Unit Permukiman Transmigrasi tanpa kelengkapan penunjang. Di tahun anggaran 2014, dana PMDM sektor pendidikan sebesar Rp80 juta seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan TK Darmawanita, Desa Kalosi. 

Gedung sekolah dilengkapi dua ruangan, satu ruang kelas dan satu ruang guru. Pembangunan awal berlangsung Juli-Agustus 2015, dan melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja. “Saat ini dana baru cukup untuk pembuatan pondasi, dinding, atap, pintu, dan jendela. Di tahun anggaran berikutnya, akan kami lakukan finishing pekerjaan, yaitu pengecatan dan pemasangan tegel. Kalau dananya cukup, akan ditambah pengadaan kelengkapan seperti mobiler dan alat permainan,” kata Sunarto, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Kalosi.[]​

​​
​​

Baca juga

​​​​​​​​​​​​

Membangun Fasilitas Belajar untuk Anak Usia Dini