Menguatkan Hulu Kawasan Pesisir

Tentang Vale

20/09/2019

Menguatkan Hulu Kawasan Pesisir

<img src="/indonesia/BH/img/91919-4.jpg">Kecamatan Malili merupakan daerah pesisir dengan potensi bahari yang besar. Potensi pantai, tambak, dan garis pantai pesisir laut ...

PKPM dukung konservasi pesisir Malili untuk daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber ekonomi masyarakat pesisir.

Konservasi pesisir Malili berupa aktivitas penanaman mangrove sebanyak 1.500 bibit dari 10.210 yang direncanakan. Di area Malili juga dilakukan pembuatan apartemen ikan yang telah berhasil tercetak sebanyak 211 kotak dari 298 yang direncanakan.
Konservasi pesisir Malili berupa aktivitas penanaman mangrove sebanyak 1.500 bibit dari 10.210 yang direncanakan. Di area Malili juga dilakukan pembuatan apartemen ikan yang telah berhasil tercetak sebanyak 211 kotak dari 298 yang direncanakan.

Kecamatan Malili merupakan daerah pesisir dengan potensi bahari yang besar. Potensi pantai, tambak, dan garis pantai pesisir laut, termasuk rumput laut dan perikanan laut, dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Pengembangan pesisir laut dan industri olahan hasil laut (minapolitan) merupakan alternatif model pembangunan kawasan perdesaan berbasis komoditas unggulan yang dikembangkan melalui Program Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM). Agar bisa berhasil, pengembangan potensi ekonomi perlu dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir.

Di hulu, konservasi habitat dan keberlanjutan hasil laut perlu dijaga. Sementara di hilir, PKPM mendukung Pemerintah Daerah dan masyarakat mengembangkan sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan dan kelautan, pelayanan jasa, maupun kegiatan pendukung lainnya secara terpadu dan holistik.

Hingga kuartal ke-2 tahun 2019, kegiatan PKPM berupa penanaman pohon bakau (mangrove) dan pembua­tan apartemen ikan telah dilakukan dan masih berlangsung. Penanaman mangrove dilakukan untuk menjaga kelestarian alam di wilayah pantai dan menjaga abrasi dari air laut. Di tahap persiapan, dilakukan sosialisasi dan pengadaan bibit tanaman bakau. Sosialisasi dilakukan ke kelompok nelayan yang mencakup pelatihan teknik pembibitan, penanaman, serta pemeliharaan mangrove pasca-penanaman. Saat ini telah terealisasi 2.000 bibit mangrove yang sebagian didatangkan dari luar dan ada juga yang dibudidayakan di desa lokasi kegiatan yaitu Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili.

Setelah mangrove ditanam, PKPM juga memasukkan kegiatan diskusi tiap tiga bulan untuk mengevaluasi pencapaian para proses tanam dan pemeliharaan. Diskusi dengan masyarakat dan kelompok nelayan juga dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap pentingnya hutan mangrove sebagai penopang ekosistem laut dan pesisir.

Pembangunan apartemen ikan capai 77%

Hingga pertengahan 2019, kegiatan pengembangan kawasan pesisir di Kecamatan Malili masih berpusat pada penguatan hulu industri. Pembangunan apartemen ikan dipilih sebagai teknologi konservasi untuk melindungi dan memperkaya hasil laut. Apartemen ikan merupakan pengganti terumbu karang. Bangunan apartemen ikan berbentuk kubus dan memiliki banyak celah atau sekat layaknya bangunan apartemen. Partisi ini dibuat untuk melindungi telur, larva, dan anak-anak ikan.

Pembangunan apartemen ikan dilakukan di Dusun Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili. Material yang dipilih adalah beton pracetak sehingga apartemen akan kokoh berdiri, tidak bergeser, dan tidak disapu ombak. Hingga kuartal kedua ini, kubus beton yang dicetak telah mencapai 223 unit dari rencana 289 unit (77%). Ketika sudah rampung 100%, beton-beton pracetak akan diangkut menggunakan kapal tongkang dan proses peletakan melibatkan personel penyelam. Sebuah pekerjaan yang sangat spesifik dan memerlukan keahlian khusus.

Struktur beton pracetak akan dibenamkan di bagian laut yang berpasir atau tandus dengan kedalaman 10-20 meter. Apartemen ikan modern menggantikan rumah ikan model lama dan sederhana yang disebut rumpon. Para nelayan tradisional biasanya membuat sendiri rumpon ini secara manual dengan memanfaatkan berbagai bahan, misalnya pelepah pohon kelapa dan ban bekas.

Apartemen ikan menciptakan perlindungan biota laut, sehingga dapat berkembang biak dan hidup dengan aman. Apartemen tersebut akan ditumbuhi koral, terumbu, dan kerang-kerangan sebagai habitat dan pakan hewan-hewan laut.

Sejumlah daerah pesisir di Indonesia telah mencatatkan sukses penerapan teknologi apartemen ikan. Di perairan Jawa Timur, jumlah ikan yang berhasil ditangkap para nelayan meningkat hingga 40% berkat apartemen ikan. Nelayan juga tidak perlu berlayar terlalu jauh dari tempat tinggal mereka untuk mencari ikan.

Bahkan Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Desa Bangsring, Banyuwangi, mencatat kenaikan hasil tangkapan ikan hias mencapai 80% per tahun. Pada 2011 mereka menenggelamkan apartemen ikan dan mulai 2013 hasilnya mulai dinikmati. Wilayah tersebut juga terkenal di kalangan wisatawan dengan nama Bangsring Underwater Banyuwangi. Terumbu yang sehat, biota laut yang kaya, dan kisah konservasi telah menarik minat para wisatawan untuk melakukan ekoturisme di Bangsring. Pada 2017, Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Banyuwangi meraih penghargaan Kalpataru dari Kementrian Lingkungan Hidup. []


Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 35 pada link berikut.



Menguatkan Hulu Kawasan Pesisir