Membangun Prasarana Pendukung Agrowisata, Menguatkan Kapasitas Peternak Lebah

Tentang Vale

19/09/2019

Membangun Prasarana Pendukung Agrowisata, Menguatkan Kapasitas Peternak Lebah

<img src="/indonesia/BH/img/91919-3.jpg">Di Kecamatan Wasuponda, ada dua potensi unggulan yang dikembangkan, yaitu kawasan agrowisata serta kawasan peternakan dan pengolahan hasil hutan non-kayu ...

Melihat geliat PKPM di Kecamatan Wasuponda.

Kuartal ke-2 tahun ini, PKPM di Kecamatan Wasuponda fokus pada pembangunan prasarana dasar, kapasitas petani, serta penguatan kelembagaan.
Kuartal ke-2 tahun ini, PKPM di Kecamatan Wasuponda fokus pada pembangunan prasarana dasar, kapasitas petani, serta penguatan kelembagaan.

Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) memfasilitasi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui strategi pemberdayaan dan keswadayaan yang difokuskan pada pengembangan kawasan berbasis potensi unggulan. PKPM bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, nilai tambah, dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah terdampak operasi. PKPM memberikan dana stimulan bagi masyarakat untuk pengembangan kawasan dan produk unggulan kawasan.

Hingga kuartal kedua 2019, kegiatan fisik PKPM berlangsung di dua kecamatan: Malili dan Wasuponda. Di Kecamatan Wasuponda, ada dua potensi unggulan yang dikembangkan, yaitu kawasan agrowisata serta kawasan peternakan dan pengolahan hasil hutan non-kayu.

Pengembangan agrowisata dilakukan di empat desa: Desa Wasuponda, Ledu-ledu, Balambano, dan Desa Tabarano dengan total jumlah penduduk 15.241 jiwa atau 3.528 KK. Empat desa yang tergabung dalam kawasan ini umumnya memiliki topografi wilayah berbukit, dengan luas 779 km2. Pengembangan kawasan agrowisata merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai obyek wisata. Selain itu, pengembangan kawasan juga mengoptimalkan pemanfaatan obyek wisata alam, seperti air terjun, yang akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

PKPM memberikan dukungan terhadap pengembangan agrowisata terpadu berbasis komunitas. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan daya tarik bagi wisatawan untuk mempelajari dan menikmati kawasan agrowisata dengan karakteristik lokal.

Praktik budidaya padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organic menjadi salah satu kekhasan Kecamatan Wasuponda. Dukungan terhadap petani-petani organik perlu dilakukan sebagai penunjang kawasan agrowisata. Di Desa Ledu-ledu, telah dilakukan pekerjaaan pembuatan gudang gabah dan lantai jemur. Pekerjaan pondasi untuk lantai jemur dan pembesian untuk pembangunan gudang telah terealisasi. Dimensi lantai jemur gabah yang direncanakan adalah 10x20 meter dan gudang 6x12 meter. Prasarana fisik tersebut seluruhnya digunakan untuk pengelolaan gabah dari jenis padi organik.

Memanfaatkan hasil hutan non-kayu

Pengembangan selanjutnya di Kecamatan Wasuponda adalah kawasan peternakan dan pengolahan hasil hutan non-kayu. Kawasan ini terdiri dari tiga desa: Kawata, Parumpanai, dan Desa Matano di Kecamatan Nuha dengan luas total 707 km2. Tiga desa tersebut dihuni 7.828 jiwa atau 1.743 KK.

Dengan topografi yang umumnya berbukit, lebih dari 10.000 hektar lahan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ternak besar dan unggas, dan 100.000 hektar luas hutan yang menyimpan potensi besar hasil hutan non-kayu. Untuk mempercepat pengembangan kawasan, wanaternak atau silvopasture menjadi salah satu alternatif yang nantinya akan saling terkait dengan pemanfaatan hasil hutan non-kayu. kegiatan kehutanan dan peternakan akan dilakukan berdampingan dalam suatu kawasan hutan atau hamparan padang penggembalaan.

Kegiatan yang telah dilakukan dalam kerangka pengembangan kawasan ini adalah penguatan kapasitas petani dan pengolah madu trigona di Desa Parumpanai. Peserta pelatihan adalah para petani dan peternak dari Desa Kawata, Parumpanai, dan Matano.

Selain di Wasuponda, kegiatan fisik PKPM hingga kuartal kedua 2019 juga dilakukan di Kecamatan Malili. PKPM melakukan penguatan hulu industri bagi kawasan pesisir dan industri olahan hasil laut. []


Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 35 pada link berikut.



Membangun Prasarana Pendukung Agrowisata, Menguatkan Kapasitas Peternak Lebah