Program Magang dan Studi Banding Guru PAUD

Tentang Vale

27/04/2016

Program Magang dan Studi Banding Guru PAUD

PTPM menggagas program peningkatan kapasitas pendidik anak usia dini.

​​​​​​​​​​​​​​​​​​​
Peserta Program Guru Magang diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar di TK Sorowako
Peserta Program Guru Magang diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar di TK Sorowako. Mereka mendapat pengalaman baru seputar teknik mengajar hingga kiat menanamkan budi pekerti. Program ini merupakan bagian dari PTPM-Kemitraan Strategis yang merupakan kerja sama PT Vale dan Pemerintah Daerah.

Mari renungkan ini: Riset membuktikan, kesuksesan seseorang di masa depan banyak ditentukan oleh delapan tahun pertama usianya. Sukses yang dimaksud tentu bukan kecukupan materi atau pangkat semata, melainkan tingkat kecerdasan, kemampuan menjalin relasi positif dengan orang lain, memiliki kepekaan sosial, dan perilaku terpuji dalam keseharian.

Jika benar apa yang disebutkan dalam banyak riset yang telah dilakukan selama beberapa dekade tersebut, maka pembelajaran dan proses tumbuh kembang seorang anak pada usia dini—secara mental, emosional, dan sosial—menjadi sangat penting.

Hingga usia delapan tahun, fase tumbuh kembang mengalami percepatan. Dasar-dasar kecakapan sosial, kepercayaan diri, cara anak memandang dunia, dan karakter moral dibentuk pada rentang usia tersebut, di samping kemampuan akademik yang melaju pesat.

Tidak ada yang meragukan pentingnya pendidikan tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan dan pendidikan tinggi. Namun pembelajaran usia dini yang berkualitas memberikan efek positif terhadap kehidupan seseorang. Maka tidak heran jika para pendidik dan pakar pendidikan dunia sangat menaruh perhatian pada pendidikan anak usia dini (PAUD).

Lalu apa yang menentukan kualitas PAUD? Kuncinya ada pada tenaga pendidik alias guru. Guru punya peran penting dalam menumbuhkan kualitas intelektual dan sosial seorang anak pada masa emas tumbuh kembang. Kualitas guru menjadi faktor penentu keberhasilan belajar, citra sekolah di mata orangtua murid, dan performa siswa.


Program​ magang

Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) meluncurkan Program Peningkatan Kapasitas Pendidik PAUD se-Kabupaten Luwu Timur pada September 2015. Program tersebut terbagi atas dua kegiatan, yaitu magang dan studi banding, dan diikuti oleh 504 tenaga pendidik PAUD dari 187 sekolah di Luwu Timur.

“Guru Prasekolah dan TK sangat berperan untuk menyiapkan anak ke jenjang pendidikan selanjutnya. Sebagus apapun kurikulum, tidak akan berhasil kalau guru-guru tidak kompeten menangkap gagasan yang tertuang dalam kurikulum,” kata Kadis Dikbudparmudora, Drs. Ismail MEd, yang meluncurkan Program Peningkatan Kapasitas Pendidik PAUD secara resmi

Program tersebut merupakan kerja sama antara Ikatan Guru Taman-taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Luwu Timur dan Komite PMDM Kecamatan. Ketua IGTKI Luwu Timur, Saidah Saleng, mengatakan, peningkatan kapasitas perlu dilakukan untuk memperkaya wawasan dan pengalaman guru-guru PAUD. Diharapkan karakter ideal tenaga pendidik PAUD—seperti punya semangat tinggi, penuh dedikasi dan integritas, kreatif, menghargai perbedaan, haus ilmu, dan kecintaan mendalam terhadap dunia anak–-dapat semakin diasah melalui program tersebut.

Kegiatan magang dan studi banding dilaksanakan dari 14 September 2015 hingga 26 Februari 2016 di TK Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) Lawewu dan TK Sorowako, Kecamatan Nuha. “Kedua sekolah tersebut dipilih sebagai lokasi belajar karena telah banyak meraih prestasi dan penghargaan sebagai TK berstandar nasional, sehingga sangat layak menjadi tempat belajar bagi guru-guru TK yang ada di Luwu Timur,” kata Saidah.

Belum lama ini TK Sorowako meraih juara II kategori Kinerja Terbaik pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2015. TK Sorowako bersaing dengan 24 sekolah terbaik dari seluruh Indonesia di ajang tersebut.


Belajar dan mengamati

Senior Manajer Program Pengembangan Sosial PT Vale, Busman Dahlan Shirat, menyampaikan bahwa PT Vale, melalui PTPM, akan memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas dan pengembangan PAUD. Sementara Direktur Sekolah Umum YPS Dekker Rorie menyambut baik program magang dan studi banding yang dilakukan di sekolahnya.

“Di usia emas, anak-anak harus dibangun karakternya, sehingga tumbuh energi positif untuk memahami masalah kognitif. Guru punya peran besar dalam pembangunan karakter seorang anak,” kata Dekker.

Selama mengikuti program magang satu minggu atau studi banding dua hari, guru-guru akan mengamati proses pembelajaran, melihat administrasi kelas, mengikuti rapat pembahasan rencana kegiatan harian dan rencana kegiatan mingguan, praktik membuat alat peraga, sharing persiapan ujian kompetensi guru, dan melakukan evaluasi program. Kegiatan magang diikuti oleh 150 guru dari empat wilayah terdampak operasi PT Vale, sementara studi banding diikuti oleh 354 guru dari wilayah lain di Luwu Timur.

“Saya berharap kami bisa menggali cara-cara kreatif untuk mendidik siswa, terutama cara komunikasi dan pendekatan ke anak didik. Apalagi sekolah kami masih baru berdiri dan letaknya terpencil. Kegiatan belajar seperti ini sangat perlu untuk menambah wawasan,” kata Setyowati, guru TK Tunas Harapan SP3 Mahalona, Kecamatan Towuti.[]

​​​​​​​
​​

Something went wrong. Please try again later or contact us to report the error.

​​​​​​

Program Magang dan Studi Banding Guru PAUD