PTPM Dorong OVOP

05/10/2017

PTPM Dorong OVOP

<img src="/indonesia/BH/img/17105-3.jpg"/>Pelatihan yang dihadiri 60 pelaku UKM dari empat kecamatan pemberdayaan PT Vale yang mayoritas bergerak di sektor pangan. Pelatihan didanai PMDM Kecamatan Nuha. Pemkab Lutim sedang menggali potensi UKM di ...

Pelatihan Perencanaan Bisnis untuk Pelaku UKM
Pelatihan yang dihadiri 60 pelaku UKM dari empat kecamatan pemberdayaan PT Vale yang mayoritas bergerak di sektor pangan. Pelatihan didanai PMDM Kecamatan Nuha. Pemkab Lutim sedang menggali potensi UKM di tiap desa dan mendorong pelaksanaan OVOP.

Bagi pelaku usaha, istilah OVOP yang merupakan kepanjangan dari One Village One Product atau Satu Desa Satu Produk sudah tidak asing lagi. Gerakan tersebut dipelopori Prof. Morihiko Hiramatsu, salah seorang Gubernur di Jepang, pada 1980. Konsepnya sederhana, tiap desa menghasilkan satu produk unggulan yang punya nilai jual sehingga mendatangkan keuntungan bagi warga. Program itu terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa, menyumbang pendapatan daerah, serta mempererat solidaritas sosial di antara warga desa.

Konsep itu kemudian menyebar dan diduplikasi oleh negara-negara ASEAN, negara-negara di Asia Selatan, Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Selatan. Gerakan OVOP secara resmi diluncurkan di ASEAN pada Maret 2014 di Yogyakarta. Penerapan OVOP di Indonesia dilaksanakan melalui program Kementerian Perindustrian sejak 2008 untuk mengembangkan potensi industri kecil dan menengah pada berbagai sektor.

Luwu Timur juga bercita-cita mencetak satu produk unggulan di tiap desa. UKM pangan dibidik sebagai sektor andalan dengan pertimbangan potensi alam yang besar yang dapat diolah menjadi aneka olahan pangan. PT Vale melalui Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) mendukung perwujudan OVOP di Kabupaten Luwu Timur, khususnya di empat kecamatan terdampak operasi Perusahaan, karena selaras dengan misi PTPM yaitu mewujudkan kemandirian berkelanjutan.

Berbagai kegiatan demi mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan dilakukan. Salah satunya adalah pelatihan perencanaan bisnis yang digelar pada 18-19 Mei 2017 di Gedung Matano Player, Sorowako. Pelatihan tersebut diikuti oleh lebih dari 60 pelaku UKM dari Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

“Pengembangan UKM merupakan komponen strategis untuk memajukan ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan kewirausahaan seperti ini, Pemerintah berharap masyarakat terpacu untuk menggali potensi diri dan potensi daerah, lebih produktif, serta tergerak menciptakan lapangan kerja,” kata Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam saat membuka pelatihan. Sementara Senior Manajer Program Pengembangan Sosial PT Vale Busman Dahlan Shirat menggaris bawahi pentingnya kemitraan antara Pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menciptakan masyarakat mandiri berkelanjutan.

Selama dua hari, peserta belajar meyusun rencana bisnis, rencana pemasaran, rencana organisasi, rencana keuangan, dan rencana produksi. Peserta juga dibagikan formulir isian untuk mengajukan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Pemateri didatangkan dari Asosiasi UKM Mutiara Timur Sulawesi Selatan. Di sela-sela pelatihan, peserta yang mayoritas adalah pelaku UKM sektor pangan memberikan testimoni seputar latar belakang usaha, peluang, pencapaian, serta tantangan yang mereka hadapi. Anggaran pelatihan bersumber dari dana PMDM Kecamatan Nuha namun penerima manfaatnya berasal dari empat kecamatan pemberdayaan PT Vale.[]

Baca juga


PTPM Dorong OVOP