Selamat Datang PKPM!

Tentang Vale

16/09/2019

Selamat Datang PKPM!

<img src="/indonesia/BH/img/91919-1.jpg">Bertempat di Hall Taman Antar Bangsa (TAB) Sorowako (3/5/2019), PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meluncurkan ...

PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meluncurkan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) periode 2018-2022.

Peluncuran Program PKPM di Sorowako, awal Mei 2019, dihadiri oleh pejabat Kementerian PDTT, ESDM, serta pejabat Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Ajang tersebut juga diberengi dengan peluncuran beras organik Matano Rice serta pameran produk-produk UKM unggulan Luwu Timur.

Bertempat di Hall Taman Antar Bangsa (TAB) Sorowako (3/5/2019), PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meluncurkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri.

Acara dihadiri Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Luthfy Latief, Kasubdit Keselamatan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Lana Sariyah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudiman Sulaiman, Bupati Luwu Timur M. Thoriq Husler, Ketua Tim Koordinasi PPM Kabupaten Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan jajaran manajemen PT Vale yang diwakili COO Vinicius Mendes Ferreira, Direktur Support and Site Services Agus Superiadi dan Direktur External Relations & Corporate Affairs Gunawardana Vinyaman.

Peluncuran Program PKPM ditandai dengan penyerahan simbolis Dokumen Rencana Pengembangan Kawasan Perdesaan (RPKP) oleh Ketua Tim Koordinasi PPM Kabupaten Luwu Timur Irwan Bachri Syam kepada para pemangku kepentingan. Penyerahan Dokumen ini melanjutkan penandatanganan Peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale yang dilakukan pada Jumat pagi dalam Upacara Peringatan HUT Luwu Timur ke-16 di Malili.

Direktur Support and Site Services PT Vale Agus Superiadi pada sambutannya mengatakan PKPM merupakan program pengembangan masyarakat hasil sinergisitas antara perusahaan dengan pemerintah. Serta upaya PT Vale untuk menyesuaikan implementasi program pengembangan masyarakatnya dengan regulasi terbaru khususnya Kepmen ESDM 1824 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dan UU Desa.

Melalui PPM dengan pola dukungan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri ini, program sosial Perusahaan nantinya akan dikembangkan dan dilaksanakan sinergis dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi wilayah sesuai potensinya sehingga dapat mempercepat tujuan pembangunan Kabupaten Luwu Timur,

Agus Superiadi_Direktur Support and Site Services

“Melalui PPM dengan pola dukungan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri ini, program sosial Perusahaan nantinya akan dikembangkan dan dilaksanakan sinergis dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi wilayah sesuai potensinya sehingga dapat mempercepat tujuan pembangunan Kabupaten Luwu Timur,” ujar Agus Superiadi.

PPM-PKPM akan diimplementasikan di 38 desa, 4 kecamatan melalui 10 kawasan pengembangan sesuai karakteristik dan komoditas unggulan di wilayahnya seperti pertanian, pariwisata, industri, UMKM, hingga peternakan untuk periode 5 tahun (2019-2022). Dengan diluncurkannya program ini sekaligus menyelesaikan skema PTPM telah dilaksanakan sebelumnya.

Dukung program pemerintah

Bupati Luwu Timur M. Thoriq Husler dalam sambutannya mengatakan Program PKPM dirancang dan merupakan sinergi antara pelaku mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. “Saya bangga dan berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan kementerian yang mendukung model program sosial kemitraan ini. Harapannya program ini dapat memberikan dampak positif lebih luas dan dinikmati masyarakat lebih banyak dari program sebelumnya,” ujar M. Thoriq Husler.

Sedangkan Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Luthfy Latief menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Luwu Timur dan PT Vale yang telah berhasil membuat program bersama untuk pembangunan wilayah dan masyarakatnya sehingga membantu program pembangunan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilkan program PKPM akan ditentukan oleh pelaksanaan yang efektif dan efisien. “Dalam melakukan program pembangunan, kita harus selalu fokus pada tujuan program dan tuntas dalam pelaksanaannya. Tak kalah penting pelaksana harus bersinergi dengan semua pihak terkait. Sekarang ini, dengan bantuan beberapa kementerian, khususnya Kemendes, saya rasa program PKPM ini dapat terwujud dengan baik dan insyaallah manfaatnya akan dirasakan bersama,” pungkas Andi Sudirman.

Acara Peluncuran PPM-PKPM ini dibarengi dengan gala dinner, penganugerahan PMDM Award bagi para pelaku program sosial tahun 2018 serta peluncuran beras organik budidaya petani binaan PT Vale bermerek “Matano Rice”.

Sesuai potensi

PKPM mulai dirancang PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur dan perwakilan masyarakat yang kemudian disebut Kemitraan Tiga Pilar sejak 2017. Pola dan skema PKPM di empat wilayah pemberdayaan PT Vale (Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha) yang berada di Blok Sorowako. Pola ini memberikan dukungan bagi masyarakat untuk pengembangan kawasan dan produk unggulan desa/produk unggulan kawasan.

Model pelaksanaan PKPM ini mengacu pada Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permen Desa) No.5 Tahun 2016 tentang Pengembangan Kawasan Perdesaan didasari Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama PT Vale dengan dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terkait pelaksanaan PKPM di Jakarta, November 2018.

PKPM bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, nilai tambah, dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan dengan memperhatikan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut. []


Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 35 pada link berikut.



Selamat Datang PKPM!