Seluruh Desa Sudah Punya PAUD - PMDM Pendidikan Kecamatan Towuti

Tentang Vale

18/10/2017

Seluruh Desa Sudah Punya PAUD - PMDM Pendidikan Kecamatan Towuti

<img src="/indonesia/BH/img/ogv32-2.jpg"/>Gerakan Satu Desa Satu PAUD yang digagas Pemerintah RI menjadi target utama Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) sektor pendidikan. Dalam dua tahun anggaran, PMDM telah mewujudkan gerakan itu sehingga kini 18 ...

Pembangunan dan pengembangan PAUD bisa dirasakan hingga ke desa-desa terpencil di Kecamatan Towuti.

TK An-Nur Desa Lioka
Pembangunan TK An-Nur di Desa Lioka layak dijadikan percontohan bagi pengelolaan program di desa-desa lain. Dengan dana terbatas, pelaku PMDM Lioka dapat merealisasikan pembangunan infrastruktur berkualitas dan tepat waktu.

Gerakan Satu Desa Satu PAUD yang digagas Pemerintah RI menjadi target utama Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) sektor pendidikan. Dalam dua tahun anggaran, PMDM telah mewujudkan gerakan itu sehingga kini 18 desa di Kecamatan Towuti sudah seluruhnya memiliki fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sebelum PMDM hadir pada 2014, kawasan Mahalona yang merupakan wilayah transmigrasi hampir seluruh desa belum dilengkapi Taman Kanak-kanak. Siswa usia 4-6 tahun menumpang di sebuah bangunan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang tidak terpakai selama bertahun-tahun. Di Desa Kalosi, misalnya, anggaran PMDM sektor pendidikan selama dua tahun, total Rp155 juta, dialokasikan untuk membangun TK Dharmawanita. Kini pembangunan TK sudah rampung dan tinggal menunggu peresmiannya. Hal serupa juga dilakukan Desa Libukan Mandiri dan Desa Mahalona. Di Libukan Mandiri, gedung TK dengan dua ruang belajar dan satu ruang guru yang dibangun sudah siap menyambut 32 siswa yang selama ini juga masih menumpang di bangunan UPT.

Di Desa Buangin, PMDM 2016 merealisasikan pembangunan sebuah gedung Taman Kanak-kanak dengan tiga ruang belajar. Dengan alokasi anggaran Rp71 juta dan rancang bangun yang cukup besar, pembangunan TK belum bisa diselesaikan di siklus ini dan akan dilanjutan di tahun anggaran 2017. Diharapkan tahun depan, bangunan baru tersebut sudah bisa menampung sekitar 60 anak usia TK. Sementara di Desa Tole, anggaran PMDM selama dua siklus dialokasikan bagi satu-satunya TK di daerah tersebut, TK Tole. Sejak dibangun melalui PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2012, fasilitas tersebut tidak dilengkapi dengan prasarana air bersih dan APE. PMDM melengkap inya melalui kegiatan pengadaan sarana, penataan halaman, perbaikan WC, serta membuka akses air bersih. Untuk kegiatan penataan halaman, pelaku PMDM di Desa Tole memberdayakan warga setempat dalam pembuatan paving block. “Ada tiga pemuda yang mengerjakan. Daripada kami mendatangkan material dari tempat lain ditambah biaya kirim ke daerah kami yang mahal, lebih baik kami berdayakan masyarakat desa. Meskipun mereka bukan pengrajin batako tapi kualitas paving sama bagusnya dengan yang kita beli di luar,” kata Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Tole Tamli Rauf.

PAUD Desa Baruga
Hingga kini, pembangunan PAUD di Desa Baruga belum tuntas. Dana PMDM selama dua tahun anggaran belum bisa diserap secara maksimal.

Capaian Berbeda Tiap Desa Desa

Desa Lioka dinilai layak menjadi percontohan pembangunan fisik gedung PAUD. Dengan dana Rp86 juta dalam dua tahun anggaran, pelaku PMDM di Desa Lioka mampu membangun TK An-Nur yang berkualitas dari sisi material dan efisien. “Dengan dana itu, Lioka bisa menyelesaikan pembangunan TK berikut mobilernya. Ini perlu dicontoh desa-desa lain bahwa jika dana digunakan secara tepat, tujuan kegiatan bisa tercapai dan kualitasnya baik,” kata Andrie Firdaus, staf Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Luwu Timur yang tergabung dalam Forum Lintas Pelaku (FLP) PMDM. Bahkan masih ada saldo tersisa di rekening komite desa sebesar Rp1 juta, yang lantas digunakan untuk pembuatan prasati bangunan. Pembangunan fasilitas PAUD baru di desa tersebut juga dianggap penting karena TK yang ada saat ini barulah TK Santa Clara yang dikelola oleh sebuah yayasan gereja.

Kontras dengan yang terjadi di Desa Lioka, anggaran PMDM 2015 senilai Rp80 juta tidak bisa diserap maksimal oleh Desa Baruga. Akibatnya, pembangunan gedung PAUD di kompleks Kantor Desa tersebut masih terkatung-katung. Di 2016, Desa Baruga merencanakan kegiatan lanjutan pembangunan PAUD senilai Rp50 juta dan pengadaan mobiler serta APE sebesar Rp25 juta. Seluruh kegiatan di siklus 2016 belum terlaksana. Ketertinggalan juga terjadi di Desa Bantilang yang berlokasi di seberang Danau Towuti. Rencana pembangunan TK Sangkalolo menggunakan anggaran PMDM 2016 belum juga terealisasi.

PAUD Formal dan Non-Formal

Di Indonesia, sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD didefinisikan sebagai upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut. Layanan PAUD dibagi menjadi jalur formal dan non-formal. Yang masuk jalur formal adalah TK, Raudatul Athfal (RA), Bustanul Atfhal (BA), atau bentuk lain yang sederajat.

Selain membangun TK, PMDM juga mendanai pembangunan serta pengembangan RA. Di Desa Timampu, dana PMDM 2016 sektor pendidikan senilai Rp75 juta seluruhnya diserap untuk pembangunan gedung baru RA Darunnajah. Di tahun anggaran sebelumnya, dana sebesar Rp37.900.000 dimanfaatkan untuk pembuatan WC dan pengadaan mobiler di RA tersebut. Di Matompi, dilakukan kegiatan pembangunan awal BA Aisyiyah dengan desain tiga RKB dengan dana Rp35.929.500.

Selain PAUD formal, beberapa desa juga mengalokasikan dana PMDM untuk menunjang kegiatan belajar sambil bermain di PAUD non-formal. Di Desa Pekaloa, dana PMDM senilai Rp50 juta digunakan untuk membangun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Di siklus 2016, seluruh dana PMDM pendidikan di desa tersebut digunakan untuk pengembangan TK Al-Fatiha, yang meliputi pembuatan pembatas ruang, pembangunan pagar dan WC sekolah.

Sementara kegiatan rehab dan renovasi bangunan fisik TK dilakukan di berbagai desa di Kecamatan Towuti. Di Pekaloa, gudang sekolah dialihfungsikan menjadi ruang belajar dengan dana Rp35 juta. Rehab ruang TK dan TPA juga dilakukan di Desa Loeha, yang dibarengi dengan kegiatan pembangunan pagar, rehab WC, serta pembuatan instalasi listrik dan air bersih. Di Desa Asuli, dana PMDM diserap oleh TK Al-Kautsar, TK Asy-Syifa, RA Waladun Sholeh, dan TK Palumba. Jenis kegiatannya bervariasi, mulai dari perbaikan fisik bangunan, pengadaan mobiler dan APE, hingga pengadaan ATK dan seragam siswa.

Baca juga


Seluruh Desa Sudah Punya PAUD - PMDM Pendidikan Kecamatan Towuti