SRI Memicu Gotong-royong Warga Kembali Kuat

13/12/2017

SRI Memicu Gotong-royong Warga Kembali Kuat

<img src="/indonesia/BH/img/11818-6.jpg">Bersama-sama, mereka melakukan berbagai persiapan untuk budidaya padi organik. “Termasuk rumah kompos, kami punya bersama,” papar Muhidin, Bendahara Kelompok Tani Cahaya Organik, salah satu kelompok selain ...

Meski banyak tantangan, petani Buangin optimis berhasil menjalankan SRI organik.

Tanam perdana Sri Organik Desa Buangin
Aspek sosial-budaya masyarakat dibangkitkan kembali melalui SRI Organik. Mereka yang dulu bercocok-tanam masing-masing, kini harus kerja bersama untuk membuat kompos dan MOL, juga untuk menimba ilmu seputar pertanian ramah lingkungan.

Rahmat, Kepala Desa Buangin tampak bangga dengan kerja warga petaninya yang memutuskan untuk menerapkan budidaya padi dengan metode SRI organik di desanya. Pasalnya dengan melakukan hal tersebut, mereka mendapat begitu banyak manfaat dan bisa menyelesaikan berbagai masalah. Pertama, tentu aspek ekonomi. Setelah hampir satu musim tidak bisa menanam padi, kini aktivitas tersebut kembali bergulir. Kedua, dengan metode SRI organik tentu keseimbangan alam dan kualitas persawahan mereka jauh lebih baik dibanding ketika menjalani pertanian konvensional yang mengandalkan pupuk kimia.

Ketiga, ini yang menurut Kepala Desa lebih luar biasa, yakni semangat gotong-royong warga jadi kembali menguat. “Dulu kami bekerja masing-masing, termasuk untuk menanam padi. Sekarang semuanya kerja bersama karena petani perlu membuat kompos dan MOL secara bersama. Mereka juga belajar SRI bersama-sama. SRI membuat gotong-royong warga kembali kuat,” ujar Rahmat bangga.

Hal itu pun dibenarkan para petani yang terlibat dalam budidaya SRI organik. Bersama-sama, mereka melakukan berbagai persiapan untuk budidaya padi organik. “Termasuk rumah kompos, kami punya bersama,” papar Muhidin, Bendahara Kelompok Tani Cahaya Organik, salah satu kelompok selain Kelompok Tani Sumber Mukti yang merupakan peserta tanam padi organik di desa ini.

Di sisi lain, dengan penerapan SRI organik, petani belajar pertanian manual. “Kami mencari bahan-bahan yang ada di alam untuk membuat kompos dan MOL. Kalau dulu kan serba sudah siap. Pupuk ada tinggal tebar,” tambah Muhidin. Dia juga mengaku SRI organik membuat petani bertani efesien dan efektif karena budidaya hanya memerlukan bibit tunggal ketika tanam dan debit air di sawah yang tidak banyak. “Awalnya kami merasa kesulitan karena semuanya dikerjakan manual. Tapi karena ada pendampingan jadi proses berjalan lebih baik dan berjalan lancar,” ujar Aep semangat.

Mereka mengakui tantangan SRI organik bisa dibilang banyak. Karena mereka mulai hal baru yang menuntut disiplin tinggi dan serba manual tadi. Menurut Sekretaris Kelompok Tani Sumber Mukti Aep Saepuddin, tantangan petani adalah masih kurangnya pasokan kotoran hewan dan alat penghancur gabah untuk membuat kompos. “Kami juga masih memerlukan hand tractor lagi. Karena selama kami hanya punya satu unit dan penggunaannya bergantian sehingga kurang efisien,” papar Aep. Ke depan, kelompok tani berencana membuat rumah kompos yang memiliki daya tampung lebih besar.

Meski tantangan besar, para petani Desa Buangin optimistis upaya mereka membudidayakan SRI organik akan berhasil. “Semuanya sudah disediakan alam. Semuanya lebih efisien. Tinggal petani saja menyiapkan waktu dan tenaga untuk mau mengolah bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan tanam,” ungkap Muhidin.

Setelah tanam perdana pada Agustus 2017, panen perdana di Buangin diprediksi akan dilakukan pada akhir Desember 2017. Sebelumnya, sebanyak 51 petani mengikuti pelatihan dan persiapan budidaya SRI organik sejak Januari 2017. Mereka memulai pelatihan dengan observasi lokasi sepanjang Januari-Februari 2017. Kemudian memasuki agenda pembelajaran ekologi tanah pada 20 – 24 Maret. Persiapan budidaya berupa persiapan kompos yang akhirnya menghasilkan sebanyak 203 ton dan MOL 3.480 liter. Terakhir berupa pelaksanaan budidaya pada Juli – Agustus 2017.[]



Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 33 pada link berikut.

Baca juga


SRI Memicu Gotong-royong Warga Kembali Kuat