Program strategis

Program Pengembangan Sosial

Program strategis

Program strategis

PMDM
Kemitraan Strategis & Kontribusi Strategis

Program Mitra Desa Mandiri (PMDM), sebagai bagian dari PTPM, adalah pola dukungan PT Vale bagi wilayah terdampak operasi Perusahaan melalui kegiatan berbasis masyarakat—khususnya bagi kelompok rentan dan rumah tangga miskin. Wujudnya berupa dukungan dana stimulan bagi desa/kecamatan. Pada tahap awal, PMDM berfokus pada bidang kesehatan dan ekonomi.

PMDM mengacu pada Udang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Intinya adalah menyinergikan upaya pemerintah dalam program pemberdayaan masyarakat dengan program pengentasan kemiskinan lainnya.

Jenis kegiatan yang difasilitasi PMDM bersifat terbuka (open menu). Masyarakat diberi ruang untuk menentukan kegiatan yang terkait dengan kesehatan dan ekonomi sesuai kebutuhan. Pelaksanaan PMDM diatur dalam Panduan Teknis Operasional (PTO) sebagai acuan, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pengenadilan, dan pemeliharaan kegiatan.

Kegiatan yang didukung PMDM harus memenuhi kriteria::

  1. Selaras dengan program pembangunan daerah;
  2. Rencana pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat;
  3. Sinergi dengan program yang telah ada di desa;
  4. Mendorong harmonisasi pemangku kepentingan yang terlibat dalam program;
  5. Menerapkan prinsip akuntabilitas publik;
  6. Kegiatan yang memberikan manfaat langsung dalam peningkatan layanan kesehatan dan ekonomi masyarakat miskin (rumah tangga miskin) di wilayah terdampak operasi PT Vale;
  7. Kegiatan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan kapasitas masyarakat;
  8. Ketersediaan sumber daya lokal;
  9. Kegiatan yang meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, termasuk kegiatan pelatihan pengembangan kader kesehatan masyarakat;
  10. Kegiatan yang meningkatkan kapasitas/keterampilan kelompok usaha ekonomi produktif;
  11. Kegiatan pembangunan atau perbaikan prasarana sarana pendukung ekonomi pedesaan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat miskin;
  12. Menambah permodalan melalui unit simpan pinjam atau lembaga keuangan mikro;
  13. Kegiatan yang memiliki potensi untuk berkembang dan berkelanjutan.

Pada siklus pertama PMDM (2013), fokus program adalah masyarakat dan pelaku kegiatan dapat menjalankan tahapan PMDM sesuai PTO. Ke depan, PMDM difokuskan pada kualitas kegiatan yang diusulkan masyarakat dan peningkatan kapasitas pelaku PMDM. Hal ini untuk mendorong percepatan kemandirian masyarakat.

Selain PMDM, PTPM memiliki pola dukungan yang dinamakan kemitraan strategis (strategic partnership) dan kontribusi strategis (strategic contribution). Ketiga pola tersebut berjalan beriringan.

Jika kegiatan PMDM berangkat dari usulan masyarakat desa (bottom up), maka kegiatan dalam kemitraan strategis dan kontribusi strategis berangkat dari rencana kerja Pemerintah Daerah atau Perusahaan (top down). Acuannya adalah RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) yang bersifat lima tahunan, yang kemudian diturunkan dalam RKPDes (Rencana Kerja Pembangunan Desa) yang bersifat tahunan.

RKPDes adalah dokumen untuk menetapkan program dan kegiatan prioritas serta menetapkan kerangka pendanaan. Dalam hal ini ada dokumen Kerjasama Operasional (KSO) guna memenuhi regulasi tata kelola Perusahaan, yang mensyaratkan dokumen tertulis ketika bekerjasama dengan pihak luar agar kegiatan berjalan transparan dan akuntabel.

KSO berbasis kemitraan antara Tim PTPM PT Vale dan Tim SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait. Misalnya untuk program kesehatan, PT Vale berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Luwu Timur. Dinkes memaparkan rencana kegiatan mereka, kemudian PT Vale melihat kegiatan mana yang bisa didukung. PTO kemitraan strategis dan kontribusi strategis saat ini sedang disusun.

Telusuri lebih jauh