Operasi Kami

Kontribusi pada Pendapatan Negara

Meningkatnya permintaan pasokan logam nikel oleh Cina telah menyebabkan pesatnya pertumbuhan produksi nikel Indonesia. Meskipun demikian hampir tidak ada perubahan terhadap jumlah pengolahan nikel dalam negeri, artinya pertumbuhan yang pesat tersebut hanya terjadi karena peningkatan ekspor bijih nikel mentah.

Meskipun terjadi pertumbuhan yang pesat, penerimaan negara dari aktivitas pertambangan nikel justru cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena menurunnya harga nikel global akibat berlebihnya pasokan nikel dari Cina yang mengolah bijih nikel mentah dari Indonesia dengan harga rendah.

Sumber daya nikel yang ada di Indonesia yang sebelumnya berlimpah saat ini berkurang dengan cepat. Sisa sumber daya nikel yang masih ada perlu dikelola dengan bijaksana.

Penerimaan negara dari pertambangan nikel dipengaruhi oleh beberapa factor termasuk:

Peningkatan volume penambangan dan pengolahan nikel di Indonesia justru ikut menyebabkan turunnya harga nikel global. Hal inlah yang menyebabkan penurunan penerimaan negara secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kebijakan mineral di Indonesia dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan penerimaan negara dari pertambangan nikel. Kebijakan seperti tingkat royalti untuk bijih nikel mentah dan nikel yang diolah, strategi menarik para investor untuk membangun fasilitas pengolahan bijih nikel di dalam negeridan kewajiban peningkatan nilai tambah, akan berpengaruh secara signifikan terhadap total produksi nikel di Indonesia.

Penetapan Royalti

Untuk memaksimalkan keseluruhan penerimaan negara, kebijakan royalti perlu ditetapkan dengan lebih tepat untuk merangsang pertumbuhan pengolahan nikel di Indonesia. Saat ini kebijakan tarif royalti yang diusulkan terhadap bijih nikel mentah jauh lebih rendah nilainya jika dibandingkan dengan diusulkan terhadap produk nikel olahan. Hal ini sangat tidak menguntungkan bagi iklim investasi terlebih investasi unuk memberikan nikel tambah dari nikel tersebut, sehingga hal ini kemudian justru menghambat tujuan pemerintah Indonesia untuk peningkatan penerimaan negara dan perkembangan investasi yang berkelanjutan demi tercapainya manfaat bagi rakyat Indonesia yang sebesar-besarnya.

Kebutuhan akan Industri Pengolahan Nikel dalam Negeri

Indonesia adalah pemasok bijih nikel berkualitas tinggi terbesar di dunia. Namun saat ini Indonesia hanya meraih sedikit manfaat dari kekayaan nasional ini karena rendahnya harga jual bijih nikel mentah yang mengakibatkan berlebihnya pasokan di pasr dunia (over-supply).

Selama bijih mentah dari Indonesia terus dipasok ke pasar dengan jumlah saat ini, maka harga nikel dunia akan tetap rendah. Menanggapi tren tersebut, Indonesia telah memberlakukan skema pajak ekspor bijih nikel baru di tahun 2012, namun sayangnya kebijakan tersebut belum berhasil menurunkan ekspor bijih nikel mentah. Pada kenyataannya, jumlah ekspor bijih nikel memang meningkat pada tahun 2012, akibat pemberlakuan tarif ekspor yang masih sangat rendah untuk per ton nikel mentah jika dibandingkan dengan pajak dan royalti yang diberlakukan terhadap produk nikel olahan seperti ferronikel dan nikel matte. Selain itu dengan mengekspor bijih mentah beberapa perusahaan dapat menghindari investasi dengan modal tinggi, namun justru meninggalkan masalah kerusakan lingkungan yang harus ditanggung oleh rakyat Indonesia.

Arus pasokan bijih nikel mentah yang tidak terkendali dari Indonesia ke Cina menyebabkan terhambatnya investasi untuk industri pengolahan nikel di Indonesia. Tantangan terbesar adalah untuk bisa mengendalikan volume ekspor bijih nikel mentah.