Manajemen risiko

Tata Kelola

Manajemen risiko

Perseroan menyadari pentingnya pengelolaan risiko di setiap aspek bisnis. Perseroan telah menerapkan sistem manajemen risiko yang mempertimbangkan ISO 31000, ISO 55001 dan COSO-ERM tentang Manajemen Risiko dan Manajemen Aset. Sistem tersebut digunakan untuk pengelolaan risiko-risiko, baik yang bersifat strategis/bisnis maupun risiko operasional yang berpengaruh pada keseluruhan organisasi serta berdampak negatif terhadap tujuan-tujuan usaha Perseroan.

Perseroan menerapkan konsep 3 lini pertahanan untuk meningkatkan kontrol dan pengelolaan risiko. Konsep tersebut membagi tugas dan tanggung jawab manajemen risiko serta kontrol kepada 3 lini pertahanan. Meski setiap lini memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik, namun ketiganya memiliki objektif tunggal untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan usaha Perseroan melalui manajemen risiko yang efektif.

Konsep 3 Lini Pertahanan Dalam Penerapan Manajemen Risiko Perseroan

PT Vale Enterprise Risk Management Framework

Pertahanan Lini Pertama, adalah pihak yang setiap hari berhadapan langsung dengan risiko dan bertindak sebagai pemilik risiko. Dengan dukungan dari Pengawasan Internal, Manajemen Lini Depan sebagai Pertahanan Lini Pertama bertugas memastikan pelaksanaan dan efektivitas kontrol pencegahan dan mitigasi dan rencana kerja terkait penurunan risiko.

Pertahanan Lini Kedua, bertugas memberikan dukungan kepada manajemen senior dalam penerapan manajemen risiko dan menyediakan keahlian teknis untuk mengawasi Pertahanan Lini Pertama dalam mengelola risiko dan kontrolnya.

Fungsi yang termasuk Pertahanan Lini Kedua adalah Unit Manajemen Risiko, Departemen Health Safety & Operational Risk, Departemen Operational Planning & Geotechnical, Departement Operational Excellence, dan Governance Officer. Unit Manajemen Risiko dibentuk pada tanggal 4 Mei 2016 dan bertanggung jawab untuk memfasilitasi proses pengelolaan risiko Perseroan. Tugas-tugas Unit Manajemen Risiko termasuk penilaian risiko, menyiapkan kontrol pencegahan dan rencana mitigasi risiko, pemantauan pelaksanaan kontrol pencegahan dan rencana mitigasi, evaluasi proses pengelolaan risiko, serta membuat laporan kepada Direksi dan Komite Mitigasi Risiko.

Pertahanan Lini Ke-tiga adalah pihak independen di luar administrasi yang berfungsi meyakinkan Pertahanan Lini Pertama dan Kedua bekerja secara konsisten sesuai harapan para pemangku kepentingan Perseroan.Fungsi yang termasuk dalam Pertahanan Lini Ke-tiga adalah Internal Audit dan Divisi Integritas Korporat.