02/10
Next Previous
Curiosities

Sasaran Program Karbon Vale

Pada 2012, Vale menetapkan target global untuk mengurangi perkiraan gas rumah kaca (GHG) di 2020 sebesar 5%. Pada proyeksi awal terhitung 33 juta metrik ton karbon (CO2e) di tahun 2020, tetapi dengan penurunan target yang baru, angka tersebut diturunkan menjadi 1,7 juta metrik ton CO2e.

Efek rumah kaca

adalah proses di mana gas di atmosfer menyerap dan memancarkan radiasi inframerah (panas), yang kemudian memanaskan permukaan bumi. Uap air dan karbon dioksida (CO2) memiliki properti yang memungkinkan gelombang elektromagnetik matahari menembus atmosfer dan menghangatkan permukaan bumi. Lapisan atmosfer yang sama menghambat emisi radiasi inframerah yang dipancarkan kembali oleh bumi, mengakibatkan panas tak sepenuhnya hilang ke angkasa. Efek rumah kaca merupakan fenomena alam yang telah terjadi selama jutaan tahun, dan menciptakan serta memelihara kondisi yang diperlukan untuk mendukung kehidupan di bumi: tanpa efek rumah kaca, kehidupan di Bumi tidak akan mungkin ada.

Gas rumah kaca

membentuk campuran gas yang membentuk atmosfer. Atmosfer bumi - lapisan tipis gas yang mengelilingi planet - terdiri 99% nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Seperti halnya N2 dan O2, gas-gas lainnya pun dibutuhkan untuk menjaga kestabilan ekosistem bumi dan cuaca. Gas rumah kaca meliputi: karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrous oksida (N2O), uap air (H2O), dan hidrofluorokarbon (HFC). Dimulai sejak Revolusi Industri, aktivitas manusia telah meningkatkan jumlah gas ini di atmosfer. Mereka disebut gas "rumah kaca" karena gas-gas tersebut memiliki kemampuan untuk menjebak panas di atmosfer serupa dengan fungsi kaca pada rumah kaca untuk menumbuhkan tanaman. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan penyimpanan panas yang berlebihan.

Program Karbon Vale