Manajemen risiko

Manajemen risiko

Manajemen Risiko

PT Vale memiliki sistem pengelolaan risiko strategis yang disebut Framework for Integrated Risk Management (FIRM) yang sesuai dengan standar ISO 31000. Sistem FIRM digunakan untuk risiko-risiko yang bersifat strategis, yang berpengaruh pada keseluruhan organisasi dan berdampak negatif terhadap tujuantujuan usaha kami.

Sistem FIRM memberikan panduan dan perangkat untuk mengevaluasi dan mengelola risiko bagi setiap Risk Event strategis yang telah diidentifikasi dan ditetapkan sebelumnya. Panduan ini mensyaratkan dikembangkannya Maximum Foreseeable Loss (MFL), yaitu skenario terburuk yang mungkin terjadi dalam hal terjadi suatu Risk Event. Selain itu, sistem FIRM mensyaratkan adanya pemahaman akan faktor penyebab Risk Event, kemungkinan terjadinya faktor penyebab tersebut, serta tingkat keseriusan dampak yang ditimbulkan jika Risk Event terjadi. Berbagai metode standar telah dikembangkan untuk menilai dan memilah kategori-kategori faktor penyebab, kemungkinan kejadian serta keseriusan dampak Risk Event, sebagaimana yang dicontohkan dalam tabel-tabel di bawah ini yang diberlakukan secara seragam pada PT Vale dan pada sistem manajemen risikonya. Dengan demikian, risiko dapat dievaluasi dan dibandingkan di seluruh organisasi Perseroan.

PT Vale Enterprise Risk Management Cycle  

Risiko Operasional

Untuk mengelola risiko operasional, PT Vale juga memiliki sistem dan perangkat yang melekat dalam proses-proses operasional sehari-hari.

  • HAZAN (Hazard Analysis) merupakan prosedur untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam pengembangan dan pengoperasian proyekproyek utama, sehingga risiko-risiko tersebut dapat ditangani semaksimal mungkin pada tahap desain dan rekayasa proyek.
  • HAZOP (Hazardous Operations) merupakan prosedur untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi pada saat modifikasi yang signifikan pada suatu peralatan atau pemasangan peralatan baru, termasuk pengembangan rencana aksi untuk mengurangi atau mengeliminasi risikorisiko tersebut.
  • JSA (Job Safety Analysis) merupakan prosedur untuk menganalisa risiko-risiko yang terkait dengan suatu pekerjaan lapangan yang spesifik sebelum pekerjaan tersebut dilakukan, dan kemudian mengembangkan prosedur operasi standar yang fokus kepada aspek keselamatan untuk mengurangi atau mengeliminasi risiko- risiko tersebut. Prosedur-prosedur operasi standar tersebut diperbaharui secara rutin selama pekerjaan dilakukan dan juga dibahas dalam sesisesi Safety Talks sebelum giliran kerja.
  • Safety Talks adalah sesi pertemuan seluruh personil operasional yang dilakukan sebelum dimulainya suatu giliran kerja untuk mengingatkan kembali pentingnya keselamatan kerja. Untuk fungsi-fungsi korporasi atau pendukung, pertemuan diadakan secara mingguan.
  • RAC (Critical Activity Requirements) merupakan serangkaian standar keselamatan kerja yang dikembangkan melalui evaluasi atas aktivitasaktivitas berisiko tinggi. Seluruh prosedur, peralatan, struktur dan aktivitas di PT Vale diwajibkan memenuhi standar-standar ini. RAC merupakan penyempurnaan dari perangkat sebelumnya yaitu Major Hazard Standards (MHS).
  • GIP (General Induction Program) adalah program orientasi untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja secara umum. SSIP (Site Specific Induction Program) adalah program orientasi untuk karyawan baru, kontraktor dan tamu yang berkunjung mengenai aspek keselamatan kerja yang secara khusus terkait dengan instalasiinstalasi spesifik yang akan dikunjungi.
  • Mandatory Audits/Inspections adalah kegiatan audit/ inspeksi wajib yang harus dilakukan oleh setiap personil pemimpin di Sorowako untuk menghentikan atau mencegah kondisi dan/atau perilaku yang membahayakan. Setiap personil pemimpin diharuskan menyelesaikan sejumlah tertentu audit/inspeksi setiap tahunnya.

Telusuri lebih lanjut