Virus Corona (COVID - 19)

Karier

Virus Corona (COVID - 19)

 

Sehubungan dengan peningkatan pesat jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia, Vale mengambil serangkaian tindakan yang berorientasi pada pencegahan dan keselamatan.

Sembari Perusahaan memantau terus perkembangan pandemi, penting bagi Anda untuk tetap bersikap tenang dan mendapatkan informasi hanya dari sumber-sumber resmi. Di laman ini, kami memberikan informasi yang dapat dibagikan kepada karyawan terkait pencegahan dan penularan virus.

Terkini

 

Gejala

  • Batuk

  • Demam

  • Sulit bernapas

  • Nyeri otot

 

Pencegahan dan perawatan

Kontaminasi terjadi melalui percikan napas, kontak jarak dekat (kurang dari 2meter) dengan seseorang yang mengalami gejala atau kontak langsung dengan sekresi. Cara terbaik melindungi diri Anda adalah dengan mengikuti instruksi berikut ini:

  • Seringlah mencuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol jika Anda tidak dapat menemukan air dan sabun


  • Tutup hidung dan mulut dengan lengan atau tisu ketika Anda batuk dan bersin


  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jaga jarak (minimal 2 meter) dengan seseorang yang menampakkan gejala sakit


  • Jangan berbagi perlengkapan pribadi yang berpotensi menularkan penyakit


 
 
 
 

Rekomendasi jika karantina mandiri di rumah

 

Batasi kegiatan di luar rumah, kecuali untuk mendapat perawatan medis (baca lebih lanjut di bawah). Jangan mendatangi area-area publik dan jangan gunakan transportasi umum atau taksi. Menfaatkan layanan antar untuk membeli keperluan sehari-hari, obat, dan makanan. Jika Anda menginap di hotel, gunakan layanan kamar.

 

Isolasi diri Anda dari orang yang tinggal serumah: Jangan menerima tamu dan batasi jumlah kontak dengan orang lain semaksimal mungkin, terutama orang tua. Jika Anda tinggal bersama orang lain, sebisa mungkin pisahkan diri Anda di ruang yang berbeda. Anda juga perlu menggunakan kamar mandi yang terpisah jika memungkinkan.

 

Jika Anda mengalami gejala, hubungi melalui telepon sebelum Anda mendatangi klinik atau rumah sakit rujukan.

 

Kenakan masker: Anda disarankan mengenakan masker bedah (bukan N95 atau PFF2) ketika berada dalam ruangan bersama orang lain atau ketika Anda mengunjungi fasilitas kesehatan. Jika tidak dapat mengenakan masker sementara Anda menampakkan gejala, orang-orang yang tinggal bersama Anda harus memasang masker saat berada di ruang yang sama dengan Anda.

 

Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu ketika Anda batuk atau bersin, atau Anda bisa juga menutup dengan lengan baju. Segera buang tisu yang kotor di tempat sampah yang sudah dilapisi plastik, dan langsung cuci tangan Anda dengan air dan sabun selama minimal 20 detik.

 

Seringlah mencuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol jika Anda tidak dapat menemukan air dan sabun, atau jika tangan Anda tidak terlihat kotor. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

 

Hindari berbagi perlengkapan rumah tangga: Anda tidak dianjurkan berbagi piring, gelas, sendok-garpu, handuk, seprei, dan perlengkapan lain dengan orang-orang serumah. Setelah menggunakan alat-alat tersebut, cucilah dengan bersih menggunakan air dan sabun.

Mitos dan Fakta

Virus HIV dan coronavirus mirip: Menurut Kementerian Kesehatan Brasil, tidak ada catatan ilmiah yang mengindikasikan kemiripan dari keduanya.

Coronavirus menyebabkan pneumonia: Coronavirus tidak menyebabkan pneumonia secara langsung. Gejalanya mencakup demam, batuk, dan sesak napas, seperti ketika Anda terserang batuk-pilek.

Produk-produk dari Tiongkok bisa mengontaminasi orang: Tidak ada bukti bahwa produk yang dikirim dari Tiongkok akan menularkan penyakit. Secara umum, virus hanya dapat ditularkan antar-makhluk hidup dan tidak bertahan lebih dari 24 jam di luar tubuh manusia atau hewan.

Vitamin D, C, teh, atau minyak tertentu dapat mencegah coronavirus: Hingga kini, belum ada produk yang terbukti efektif pencegah infeksi. Sebelum Anda membeli aneka vitamin, fokuslah pada menjaga kebersihan diri dan mengikuti anjuran pola makan sehat seimbang.

Antibiotik dapat menyembuhkan penyakit ini: Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus. Dia hanya efektif menangkal bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak seharusnya digunakan sebagai alat pencegahan maupun perawatan.

Virus ini hanya menyebar di daerah yang panas dan lembab: Berdasarkan bukti sejauh ini, COVID-19 dapat ditularkan di seluruh daerah, tanpa melihat iklimnya.

Coronavirus baru ini hanya menyeerang orang tua: Kelompok usia manapun dapat terinfeksi virus. Karena itu, semua orang harus mengambil langkah-langkah perlindungan, seperti direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Orang-orang tua dan mereka dengan gangguan kesehatan tertentu lebih rentan mengalami gejala yang parah ketika terserang coronavirus.

Coronavirus ditularkan melalui bersin;Penularan biasanya terjadi melalui percikan udara atau kontak dengan sekresi yang terkontaminasi – liur, bersin, batuk, dahak – aau benda-benda terkontaminasi yang diikuti dengan kontak dengan mulut, hidung, atau mata.

Penyakit ini belum ada obatnya: Hingga hari ini, tidak ada obat spesifik yang direkomendasikan untuk merawat pasien coronavirus; namun beberapa pengobatan dapat meredakan gejala dan mencegahnya berkembang menjadi parah.

Masa inkubasi virus dapat mencapai dua minggu: Ya. Masa inkubasi COVID-19 adalah hingga dua minggu setelah paparan virus. Gejala perlu waktu dua hingga sepuluh hari untuk muncul.

Perjalanan sebaiknya dihindari: Perjalanan tidak mendesak ke negara manapun harus ditangguhkan untuk sementara waktu. Karyawan yang bersangkutan dan atasan langsungnya perlu menentukan perjalanan mana yang memang penting dan mendesak.

Belum ada vaksin untuk penyakit ini: Hingga kini, belum ada vaksin COVID-19. Untuk melindungi diri, seringlah mencuci tangan dengan air dan sabun, serta hindari menyentuh wajah, mata, dan hidung.

Alat pengukur suhu tubuh tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi: Alat tersebut efektif mendeteksi orang yang mengalami demam (suhu tubuh lebih tinggi dibandingkan temperature normal), yang dapat berindikasi infeksi. Namun, alat tersebut tidak dapat menentukan jenis infeksi secara spesifik.