PMDM Sektor Pendidikan Membangun, Merehabilitasi, dan Mengembangkan PAUD

Tentang Vale

30/01/2017

PMDM Sektor Pendidikan Membangun, Merehabilitasi, dan Mengembangkan PAUD

Banyak desa kini punya gedung PAUD baru. Yang lama direhabilitasi dan dilengkapi berbagai fasilitas.

Murid-murid TK Robbani Desa Sorowako Kecamatan Nuha.
Murid-murid TK Robbani Desa Sorowako Kecamatan Nuha. Sejak berdiri 2009, TK Robbani belum memiliki fasilitas belajar. Mereka berpindah dari rumah ke rumah, meminjam bangunan yang tidak terpakai. Sembari menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah lewat bantuan dana dari PMDM, saat ini mereka memanfaatkan area Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid Nurul Afiat sebagai tempat belajar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pernah melontarkan wacana yang mewajibkan siswa mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD), yakni TK dan kelompok bermain, sebelum masuk SD. Alasannya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Dunia (UNESCO) mengharuskan anak-anak usia dini belajar di PAUD. UNESCO menekankan arti penting PAUD yang mendukung perkembangan anak melalui pendidikan, pengembangan fisik, sosial, dan emosional, stimulasi intelektual, melatih hidup bersih dan sehat, serta memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat untuk jangka panjang.

Selain dedikasi guru dan kurikulum pendidikan yang baik, keberhasilan PAUD juga ditentukan oleh infrastrukturnya. Baik bangunan maupun fasilitas penunjang yang ada di dalamnya. Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) sektor pendidikan yang berfokus pada prasarana anak usia dini, dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses layanan pendidikan yang lebih baik.

Sektor pendidikan baru dimasukkan ke dalam bagian PMDM pada fase kedua. Sepanjang fase tersebut, PMDM telah membangun, merehabilitasi, atau mengembangkan prasarana PAUD di empat wilayah terdampak operasi PT Vale.

Di Kecamatan Towuti, sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dibangun di Desa Pekaloa dengan dana Rp50 juta dan Desa Lioka membangun TK Al-Hijriah dengan dana Rp44.100.000. Prasarana PAUD juga dibangun di Desa Balantang, Kecamatan Malili, dan Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha yang sumber dananya diambil sepenuhnya dari PMDM senilai masing-masing Rp80 juta.

Perbaikan dan pengembangan PAUD

Perbaikan bangunan PAUD dilakukan di Desa Nuha, Kecamatan Nuha. Bangunan PAUD tersebut dimanfaatkan sebagai tempat belajar para siswa kelompok bermain (KB) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), karena selama ini anak-anak belajar mengaji di teras masjid. Perbaikan bangunan juga dilakukan di tiga TK di Desa Asuli, Kecamatan Towuti. PMDM mendanai renovasi atap, plafon, dan lantai di TK Al-Kautsar dan TK Asy-Syifa, serta perbaikan gedung TK Palumba. Sementara di desa-desa lain, kegiatan penting seperti penambahan atau perbaikan ruang kelas, pembangunan WC, dan pengadaan alat permainan yang menunjang kegiatan belajar juga didanai oleh PMDM.

Ambil misal di TK Islam Terpadu Budi Utomo, Desa Nikkel, Kecamatan Nuha. Sekolah itu mendapatkan bantuan berupa bangunan semi-permanen yang dijadikan ruang bermain, WC, dan aneka alat permainan dalam dan luar ruang. Sejak berdiri 15 tahun lalu, belum pernah dilakukan penambahan atau renovasi fasilitas belajar. Berkat penambahan ruangan baru, TK Islam Terpadu Budi Utomo, yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga tidak mampu, sudah bisa membuka kelas playgroup.

WC merupakan fasilitas penting yang wajib ada pada prasarana pendidikan. Namun kenyataannya, masih banyak sekolah yang tidak dilengkapi WC atau hanya punya WC seadanya dan tidak layak pakai. Karena itu, masyarakat banyak mengusulkan pembangunan WC sekolah.

Misalnya di Desa Wawondula, Desa Timampu, Desa Buangin, dan Desa Loeha di Kecamatan Towuti. Kegiatan pembangunan atau perbaikan WC sekolah juga dilakukan di Desa Puncak Indah, Desa Laskap, Desa Pasi-Pasi, dan Desa Harapan di Kecamatan Malili.

Fasilitas bermain

Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Maka keberadaan alat permainan edukatif, baik dalam maupun luar ruang, menjadi sangat penting bagi sebuah institusi PAUD. Alat permainan edukatif merupakan perangkat yang digunakan untuk memenuhi naluri bermain dan dirancang khusus untuk kepentingan pendidikan. Mainan edukatif memiliki berbagai manfaat, mulai dari melatih kemampuan motorik, melatih konsentrasi, hingga mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

Sekolah yang memanfaatkan dana PMDM untuk melengkapi alat permainan edukatif, antara lain, TK di Desa Langkea Raya, Desa Pekaloa, Desa Mahalona, Desa Tole, Desa Buangin, Desa Bantilang, dan Desa Masiku di Kecamatan Towuti. Kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, serta Desa Puncak Indah, Kelurahan Malili, Desa Pasi-Pasi, dan Desa Harapan di Kecamatan Malili.[]



> Artikel ini dapat juga diakses pada Tabloid Verbeek edisi 28 pada link berikut.

Baca juga


PMDM Sektor Pendidikan Membangun, Merehabilitasi, dan Mengembangkan PAUD